Hitungan Ilmuan, Ini 3 Level Prediksi Angka Kematian Imbas Corona di RI


Jumat, 10 April 2020 - 11:15:33 WIB
Hitungan Ilmuan, Ini 3 Level Prediksi Angka Kematian Imbas Corona di RI Simulasi penanganan pasien virus Corona

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Berdasarkan hitung-hitungan ilmuwan, wabah virus Corona akan mengakibatkan 2,6 juta orang di Indonesia meninggal dunia. Itu bila COVID-19 dibiarkan tanpa intervensi. 

Pemerintah Indonesia sudah melakukan intervensi, angka kematian 2,6 juta bisa dihindari. Namun bila setengah dari masyarakat tidak mengisolasi diri, angka kematian tetap berpotensi tembus sejuta.

Ini adalah permodelan terkait wabah COVID-19 di Indonesia, dibuat oleh pakar dari berbagai universitas dan tim SimcovID. Ilmuwan yang terlibat dalam penelitian ini berasal dari ITB, Unpad, UGM, Essex and Khalifa University, University of Southern Denmark, Oxford University, ITS, Universitas Brawijaya, dan Universitas Nusa Cendana.

Peneliti membagi prediksi berdasarkan tiga level intervensi seperti berikut:
1. Tanpa intervensi: Penyebaran virus dibiarkan tanpa penanganan.
2. Mitigasi (mulai 15 Maret 2020): Memperlambat penyebaran. 50% Populasi diam di dalam tempatnya, 50% populasi bisa bepergian.
3. Supresi (jika mulai 12 April 2020): Menekan laju penyebaran. Karantina wilayah. Hanya mengizinkan 10% populasi yang bisa bepergian.

Sebagaimana diketahui, saat ini Indonesia telah menyatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sudah ada imbauan pembatasan jarak fisik, peliburan tempat-tempat kerja, hingga peniadaan acara berkumpulnya orang. Bagaimana dengan Indonesia saat ini? Apakah masuk kondisi COVID-19 tanpa intervensi, mitigasi, atau supresi?

"Indonesia cenderung mitigasi keras, belum supresi," kata Nuning Nuraini, Kamis (9/4/2020).

Perbandingan strategi tanpa intervensi, mitigasi, dan supresi

1. Tanpa intervensi
- Jumlah kematian: 2,6 juta
- durasi epidemi sejak intervensi: 4-5 bulan
- puncak kasus aktif: 55 juta (tengah Mei 2020)
- puncak kebutuhan ICU: 6 juta.

2. Mitigasi (mulai 15 Maret 2020)
- Jumlah kematian: 1,2 juta
- durasi epidemi sejak intervensi: 10-13 bulan
- puncak kasus aktif: 5,5 juga (awal Juli 2020)
- puncak kebutuhan ICU: 600 ribu

3. Supresi (jika mulai 12 April 2020)
- Jumlah kematian: 120 ribu
- durasi epidemi sejak intervensi: 6-7 bulan
- puncak kasus aktif: 1,6 juta (akhir April-awal Mei 2020)
- puncak kebutuhan ICU: 180 ribu.

Bagaimana dengan kondisi intervensi yang diterapkan saat ini? Apakah angka kematiannya bakal 1,2 juta orang sebagaimana prediksi dengan kategori intervensi mitigasi, atau jumlah kematian 120 ribu orang sebagaimana prediksi dengan kategori supresi?

"Jumlah kematian bisa lebih rendah dari 1,2 juta orang, kita sedang berada di antara mitigasi dan supresi. Ini tergantung pilihan yang dibuat individu dan juga pemerintah. Kalau masing-masing individu sadar disiplin mengisolasi diri dan keluarga, atau apabila pemerintah bertindak keras, maka harapannya bisa dekat ke supresi," kata Nuning Nuraini.

"Tapi kalau masih mudik, ya, bisa dibayangkan penyebarannya," imbuhnya.

Riset ini menggunakan permodelan SEIRQD, yakni Susceptible (rentan)-Exposed (terpapar)-Infected (tertular)-Quarantine (karantina)-Recovery (sembuh)-Death (kematian). Tujuannya, pertama, untuk menganalisis perkiraan kepadatan kasus COVID-19 per 100 ribu jumlah penduduk. Kedua, menunjukkan seberapa besar perkiraan kasus yang tidak terdeteksi dari provinsi-provinsi di Indonesia.

Riset ini juga menggunakan metode Extended Kalman Filter. Tujuan penggunaan metode ini untuk memberi nilai angka reproduksi penularan COVID-19 dengan tepat, dan memproyeksikan waktu puncak serta jumlah kasus kematian dari beberapa skenario kebijakan pemerintah.

Penelitian dengan draf bertanggal 6 April 2020 ini didasarkan pada data sampai 31 Maret 2020. Hasil permodelan ini belum melalui penelaahan sejawat (peer review). (*)

 Sumber : detik.com /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 13 Mei 2020 - 18:43:36 WIB

    Lusa Sudah Cair! Ini Hitungan Pembayaran THR untuk PNS, TNI dan Polri

    Lusa Sudah Cair! Ini Hitungan Pembayaran THR untuk PNS, TNI dan Polri Pemerintah memastikan tunjangan hari raya (THR) untuk pegawai negeri sipil (PNS) serta anggota TNI dan Polri akan diberikan sesuai jadwal pada Lebaran tahun ini. Pencairan THR untuk para abdi negara ini tertuang dalam Peratur.
  • Rabu, 20 November 2019 - 11:54:29 WIB

    Naik Tahun Depan, Begini Hitungan Tarif Listrik 900 VA!

    Naik Tahun Depan, Begini Hitungan Tarif Listrik 900 VA! JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Tarif listrik untuk tahun depan untuk kelompok pelanggan 900 VA rumah tangga mampu dipastikan naik. Kenaikan disebabkan oleh dicabutnya subsidi oleh pemerintah..
  • Kamis, 04 Juli 2019 - 23:15:11 WIB

    Tinggal Hitungan Jam, Riau Sekarang Punya Asrama Haji

    Tinggal Hitungan Jam, Riau Sekarang Punya Asrama Haji PEKANBARU, HARIANHALUAN.COM - Dalam hitungan jam, Riau punya asrama haji baru. Asrama Haji ini sudah siap untuk ditempati oleh para Jamaah Calon Haji (JCH) yang akan dimulai kloter 2 pada 5 Juli besok..
  • Kamis, 18 April 2019 - 00:59:40 WIB

    KPU: Penghitungan Suara Baru 1,7 Persen dan Terus Bergerak

    KPU: Penghitungan Suara Baru 1,7 Persen dan Terus Bergerak JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Penghitungan suara di situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), pemilu2019.kpu.go.id, baru mencapai 1,7 persen hingga Rabu (17/4) malam. Ketua KPU Arief Budiman menyebut Sistem Informasi Penghitung.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]