BKSDA Resor Agam Lepasliarkan 7 Ekor Kura-kura Kaki Gajah Milik Warga


Jumat, 10 April 2020 - 18:28:37 WIB
BKSDA Resor Agam Lepasliarkan 7 Ekor Kura-kura Kaki Gajah Milik Warga Petugas melepasliarkan kura-kura kaki gajah.

LUBUKBASUNG, HARIANHALUAN.COM - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam mengamankan satwa langka dan dilindungi jenis kura-kura kaki gajah atau baning coklat (Manouria emys). Satwa tersebut didapat dari salah seorang warga di Bawan.

Meski saat ini ditemukan hewan dapat terjangkit virus Corona, evakuasi identifikasi kura-kura kaki gajah atau baning coklat itu tetap menggunakan SOP standar biasa, belum ada standar khusus di tengah merebaknya corona virus.

Baca Juga : Update Penularan Virus Corona di Sumbar, Pasien Positif: 443, Sembuh: 291, dan Meninggal Dunia: 9 Kasus

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam, Ade Putra, Jumat (10/4), membenarkan, jika sudah mengamankan satwa dilindungi dari salah seorang warga Ampek Nagari.  

Kura-kura tersebut terdiri dari empat ekor berkelamin betina dan tiga ekor berkelamin jantan dengan berat antara 2 sampai 15 kilogram dengan berbagai ukuran.

Baca Juga : Waduh! Masyarakat Batu Basa Tak Terapkan Prokes Saat Salat Idul Fitri

"Berdasarkan hasil identifikasi diketahui jenisnya adalah kura-kura kaki gajah atau baning coklat (Manouria emys) dan termasuk dalam jenis satwa dilindungi," katanya.

Ketujuh satwa tersebut selanjutnya dievakuasi petugas BKSDA untuk dilepasliarkan di kawasan hutan konservasi Suaka Marga Satwa Malampah Alahan Panjang di Kabupaten Pasaman.

"Kura-kura itu diserahkan oleh seorang warga Malabur, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari kemarin. Dia menyerahkan dengan kesadaran sendiri," ungkapannya. 

Menurutnya, identifikasi dilakukan dengan standar SOP seperti biasa. Tidak ada pemeriksaan khusus, walaupun hewan bisa tertular corona virus seperti di luar negeri. Kondisi kura-kura dalam keadaan baik, tidak ada cacat.

"Kami lakukan identifikasi dengan SOP yang ada. Di luar negeri itu, manusia yang menularkan Covid. Berdasarkan keterangan dari persatuan dokter hewan indonesia PDHI, belum ada bukti ilmiah hewan bisa menularkan Corona kepada manusia, selain itu juga belum ada SOP khusus dalam penanganan satwa, di tengah pandemi Corona," jelasnya. (*)

Reporter : Rahmat Hidayat | Editor : NOVA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]