Pengurus Masjid dan Mushalla di Sumbar Diimbau Tetap Gelar Pengajian Selama Corona


Jumat, 10 April 2020 - 19:41:27 WIB
Pengurus Masjid dan Mushalla di Sumbar Diimbau Tetap Gelar Pengajian Selama Corona Pengajian di masjid. Ist

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengintruksikan kepada Bupati dan Walikota untuk mendukung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar yang menerbitkan maklumat tentang Penyelenggaraan Dakwah di Rumah Ibadah dalam Masa Penanganan Darurat Covid-19.

"Sehubungan hal di atas dengan ini diminta agar Bupati/Walikota bersama Dewan Masjid Indonesia (DM) mengimbau pengurus Masjid/ Mushalla/Surau untuk menyelenggarakan dakwah/pengajian sebagaimana cara di atas selama masa penanganan darurat Covid-19," imbau Irwan Prayitno.

Adapun intruksi itu dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Nomor 360/017/Covid 19-SBR/IV-2020 tentang Penyelenggaraan Dakwah di Rumah Ibadah Dalam Masa Penanganan Darurat Covid-19 yang ditandatangani oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno pada Kamis, 9 April 2020. Surat itu ditujukan kepada Bupati/Walikota se-Sumbar.

Seperti dilansir Harianhaluan.com, Jumat (10/4/2020), dalam SE itu disebutkan, bahwa MUI Sumbar telah menyampaikan Maklumat dan Taushiyyah Nomor 005/MUI-SB/4/2020, tanggal 15 Sya'ban 1441 H /9 April 2020 M.

Pada bagian Taushiyyah Nomor 6 MUI mengimbau kepada pengurus masjid dan para dai agar tetap menyelenggarakan dakwah tanpa menghimpun umat, tapi menjalankannya melalui tulisan atau mempergunakan media audi visual.

"Termasuk di dalamnya mempergunakan pengeras suara masjid untuk didengarkan oleh jamaah di sekitar masjid," begitu bunyi surat yang ditandatangani Irwan Prayitno itu.

Menurut Irwan, maklumat yang diterbitkan MUI ini mengingat masyarakat sangat membutuhkan siraman rohani dari para pendakwah, terutama dalam kondisi psikologis menghadapi ancaman Covid-19 ini, diperlukan peran dai menyampaikan nasehat agama kepada masyarakat dengan tetap mengikuti kebijakan pemerintah tentang pembatasan jarak fisik antar orang (physical distancing).

"Dakwah atau pengajian selama masa penanganan darurat Covid-19 dapat dilakukan oleh para dai secara langsung (ive) di Masjid/ Mushalla/ Surau tanpa dihadiri secara fisik oleh jamaah namun para dai menggunakan pengeras suara agar bisa didengar oleh masyarakat di rumah masing-masing. atau dapat juga menggunakan ive streaming video melaui program atau aplikasi elektronik," ujar Irwan.

Tak hanya itu, para dai agar membimbing masyarakat untuk berzikir bersama dari rumah masing-masing. Dalam dakwah itu para dai diharapkan juga untuk dapat menyampaikan
Kebijakan dan imbauan permenntan tentang penanganan Covid-19. (*)

Reporter : Milna /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]