Pemerintah Pusat Buka Peluang Pemda Ajukan PSBB


Jumat, 10 April 2020 - 22:44:15 WIB
Pemerintah Pusat Buka Peluang Pemda Ajukan PSBB Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Juru bicara pemerintah untuk penanganan corona (Covid-19), Achmad Yurianto mengatakan pihaknya memberikan kesempatan setiap pemerintah daerah (Pemda) mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sejauh ini baru DKI Jakarta yang menerapkan PSBB yakni mulai Jumat (10/4) hingga 14 hari ke depan.

Baca Juga : Pemerintah Putuskan WNI dari India Boleh Masuk Indonesia dengan Prokes Ketat, Karantina 14 Hari

"Maka pemerintah memberikan kesempatan kepada pemda secara berjenjang, terstruktur mengajukan pembatasan sosial berskala besar," ujar Yurianto melalui konferensi pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (10/4).

PSBB, kata Yuri, sebenarnya hanya penegasan kembali terhadap kebijakan physical dan social distancing yang sudah berlaku di sejumlah wilayah.

Baca Juga : MAKI: Apa Urusan Wakil Ketua DPR Kenalkan Penyidik KPK ke Walkot Tanjungbalai?

Kendati sudah diterapkan dalam tiga pekan belakangan, jumlah kasus positif di Indonesia masih menimbun. Yuri berpendapat artinya physical distancing belum diterapkan dengan baik.

Untuk itu pihaknya memberi kesempatan ke setiap pemda untuk menegaskan kembali physical distancing dengan mengajukan PSBB di wilayahnya.

Baca Juga : Tak Segera Reshuffle Kabinet, PKS: Tunjukkan Jokowi Lemah

Lebih lanjut ia menyatakan Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 juga sudah dibentuk di tingkat Pemerintah Daerah.

"Saat ini 27 provinsi dan 160 kabupaten/kota sudah bentuk Gugus Tugas. Oleh karena itu mari bersama-sama kita berintegrasi," tambahnya.

Baca Juga : 117 WN India Masuk ke RI Disebut Punya Izin Tinggal

1 Pasien Positif di RSPI Meninggal

Sementara itu, seorang pasien positif terinfeksi virus corona (covid-19) yang dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianto Saroso dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (10/4). 

"Satu pasien covid-19 yang dirawat di ruang isolasi ICU (Intensive care unit) RSPI meninggal dunia," kata Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat.

Syahril tidak menyebut sebab pasien meninggal seperti karena penyakit penyerta (komorbid) ataupun detail pasien seperti jenis kelamin dan usia. 

"Sejauh ini total pasien meninggal sebanyak 23 pasien," lanjut Syahril. 

Selain pasien meninggal, Syahril menyebut terjadi penambahan pasien positif corona baru pada hari ini meski jumlahnya tidak signifikan. 

"Hari ini juga pasien positif covid-19 bertambah satu yang dirawat," terangnya. 

Sehingga total per Jumat (10/4) RSPI Sulianti Saroso merawat total 26 pasien dengan rincian 8 orang positif covid-19 dan 18 pasien dalam pengawasan (PDP). 

Mereka menjalani perawatan inap dalam empat ruangan isolasi yakni ruang isolasi Mawar 1 dan Mawar 2, ruang isolasi Dahlia dan satu ruang ICU. 

Sementara itu, data Pemerintah Pusat per (10/4) sore, total keseluruhan orang positif covid-19 di Indonesia berjumlah 3.512 orang. 306 orang di antaranya meninggal dunia dan 282 orang dinyatakan sembuh.  Kasus positif corona sendiri kini tercatat sudah ada di seluruh, 34 provinsi, di Indonesia.(*)

Editor : NOVA | Sumber : cnnindonesia
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]