Cerita Pasien Sembuh Corona di Sumbar: Rasa Mati Terkurung Diruang 2X3 Meter


Sabtu, 11 April 2020 - 06:15:07 WIB
Cerita Pasien Sembuh Corona di Sumbar: Rasa Mati Terkurung Diruang 2X3 Meter Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno saat mengunjungi Pasien 01 positif Covid-19 berasal dari Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan berhasil sembuh setelah menjalani perawatan 14 hari sejak 26 Maret 2020 lalu di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang.

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.COM -- Pasien Covid-19 Sumbar kembali sembuh, kali ini Pasien 01 positif Covid-19 berasal dari Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan berhasil sembuh setelah menjalani perawatan 14 hari sejak 26 Maret 2020 lalu di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang.

Pasien 01 positif Covid-19 yang sembuh bernama Welly langsung dikunjungi oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno didampingi oleh Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni dan Kepala laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Dr Andani Eka Putra, Jumat (10/4/2020).

Diketahui pasien 01 dengan nama panggilan buk Welly adalah Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Pesisir Selatan yang juga merupakan adik kandung dari Kepala laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Dr Andani Eka Putra, bertugas di Dinas Kesehatan Pessel akhirnya membuktikan bisa melawan Covid-19 secara baik.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, memberikan selamat pada Welly dan berharap bisa memberikan tips dan motivasi kepada pasien lain yang sedang dirawat di rumah sakit.

"Welly sudah diperiksa tes swab hidung dan tenggorokan yang hasilnya negatif Covid-19. Alhamdulillah, sembuh," ujar Irwan Prayitno.

Meski pasien itu dinyatakan sudah bebas dari corona, Irwan Prayitno mengingatkan bahwa perjuangan untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini belum berakhir.

Untuk itu, dia berharap bupati, wali kota, dan semua masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, serta tetap melakukan langkah-langkah pencegahan Covid-19 di lingkungannya masing-masing.

“Perjuangan kita melawan Covid-19 belum selesai. Saya minta kita semua untuk tetap berikhtiar, tetap jaga jarak, dan ikutilah aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, serta tetap berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa," kata Irwan Prayitno.

Selanjutnya Welly menjelaskan, bagaimana cara bisa bebas dari Covid-19, dimulai dari
melakukan pelatihan kesehatan di salah satu hotel di Padang sebagai narasumber kesehatan.

"Saat pelatihan itu, saya se kamar dengan peserta asal Malaysia yang positif Covid-19. Usai pelatihan saya mengalami demam, sesak nafas dan batuk. Kemudian dirujuk ke RSUP M Djamil Padang. Ternyata saya positif Covid-19," jelasnya.

Kemudian Welly dirawat diruang isolasi RSUP M Djamil Padang selama 14 hari dan dinyatakan sembuh.

"Diruang isolasi saya merasa shok dan stress, rasanya jiwa ini mati karena terkurung diruang 2x3 m. Saya tidak ingin berlarut seperti ini, maka saya bertekad dan bersemangat ingin sembuh," ungkapnya.

Untuk mengisi waktu agar tidak suntuk dan termotivasi ingin cepat sejat, berbagai aktivitas dia lakukan. Antara lain senam dan olahraga ringan diiringi makanan sehat, mengelola stres dengan baik dan berdoa kepada Allah SWT.

Diawal cerita Wely sempat shock, galau, sehingga kesehatannya down ketika pertama kali mengetahui positif terinfeksi Covid-19, bahkan ia sempat beredar isu bahwa dirinya meninggal dunia.

Kegalauan jiwanya berakhir, sebut Wely, ketika anaknya menangis menelpon dirinya. Anaknya mengatakan mereka tidak mau mamanya meninggal.

"Mendengar kabar tersebut, membuat saya sadar dan bertekad untuk sembuh. Saya rajin makan, giat berolahraga dan selalu berzikir serta berdoa kepada Allah," tutur Wely.

Menurutnya, kabar tentang dirinya meninggal dunia, mungkin merupakan skenario Allah guna memacu semangatnya untuk bangkit dari keguncangan jiwa.

"Kunci sukses bagi penderita Covid-19 untuk sehat adalah semangat untuk bangkit. Semangat optimistis itu bisa diraih dengan perkuat iman dengan berdoa dan berzikir," tuturnya.

Jika pikiran hantui dengan kecemasan dan galau, membuat selera makan akan berkurang dan perasaan mual akan muncul. Pada gilirannya membuat pisik semakin lemah. Itulah yang dialami Wely tiga hari pertama.

Welly berbicara banyak tentang kesembuhannya. Dia hanya berpesan agar pasien-pasien positif covid-19 yang masih menjalani perawatan, untuk disiplin dan mengikuti semua arahan tim medis dengan benar.

"Berkat doa dan dedikasi semua tim medis di rumah sakit yang memberikan pelayanan terbaik bagi pasien corona, alhamdulillah atas rahmat Allah SWT, saya bisa sembuh. Artinya, saya ingin menyampaikan bahwa kita bisa sembuh jika kita yakin dan berdisiplin, " ungkap Willy dengan bersemangat.

Ia juga berharap dengan sembuhnya itu diharapkan masyarakat termotivasi agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19. (*)

Editor : Milna | Sumber : Relis
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]