Ternyata Ini Penyebab Banyaknya Tenaga Medis Kena Corona


Sabtu, 11 April 2020 - 11:48:05 WIB
Ternyata Ini Penyebab Banyaknya Tenaga Medis Kena Corona Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Jakarta Pusat. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarok

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia hingga Jumat siang, 10 April 2020, mencatat ada 36 tenaga medis yang meninggal dunia terkait COVID-19. Dari data itu diketahui ada 10 perawat, 20 dokter, dan 6 dokter gigi. 

Terkait tenaga kesehatan yang menjadi korban COVID-19 ini, Ketua IDI, Daeng M. Faqih dalam diskusi online, Peran Tenaga Medis dan Keperawatan di Sulawesi Selatan dalam menangani pandemi COVID-19 yang digelar Bakrie Centre Foundation, angkat bicara. Daeng menjelaskan, ada dua faktor besar terkait hal tersebut, pertama berkaitan dengan Alat Pelindung Diri (APD), yang harus sesuai standar. 

"APD itu sebenarnya harus yang standar tapi karena kelangkaan dan kelangkaan ini tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia, masih banyak kawan-kawan di lapangan yang melakukan modifikasi. Misalnya pakaian operasi OK itu dijadikan APD, jas hujan dijadikan APD karena kelangkaan, tetapi itu akan berisiko tidak secara penuh mencegah penularan," kata dia. 

Faktor kedua adalah masih kurangnya kewaspadaan, khususnya untuk rumah sakit yang tidak jadi rumah sakit rujukan. Terutama ketika menangani pasien yang tidak memiliki gejala (OTG), sehingga para tenaga medis tidak membekali diri mereka dengan APD.

"Statusnya OTG atau tanpa gejala kemudian datang berobat ke dokter atau ke siapa pun, karena tidak ada gejala, kadang petugas kesehatan tidak waspada bahwa itu OTG, dan merupakan agen yang bisa menyebarkan infeksi. Karena tidak waspada, kadang-kadang petugas kesehatan tidak siap dengan tidak melakukan pengamanan pasien dengan APD yang diperlukan, ini yang menyebabkan tertular," jelas dia.

Dengan adanya kasus seperti ini, Daeng meminta kepada petugas kesehatan untuk selalu waspada mengenakan APD yang tepat saat menangani pasien COVID-19 atau pasien bukan COVID-19. Seperti tenaga medis yang bekerja di rumah sakit rujukan, puskesmas atau klinik harus mengenakan masker N95, kalau tidak ada bisa gunakan masker yang cukup tebal untuk melindungi. Selain itu gunakan sarung tangan saat memeriksa pasien terutama ketika menyentuh area wajah, hidung, serta mengenakan APD lengkap saat berada di ruang isolasi.

Di sisi lain, Daeng juga menjelaskan, terkait dengan para tenaga medis yang meninggal karena COVID-19 ini karena adanya faktor komorbit atau adanya penyakit penyerta. 

"Berdasarkan penelitian itu dokter yang meninggal yang terkena COVID-19, faktor komorbit atau penyakit penyertanya ada. Jadi ingat bagi kawan-kawan yang punya penyakit menyebabkan penurunan imun, penyakit yang butuh obat, penyakit kronis, atau yang berusia di atas 60 tahun sebaiknya berhati-hati atau tidak menangani pasien COVID-19 kalau sudah memiliki risiko seperti itu," jelas Daeng.

Berdasarkan Informasi yang diterima PB IDI setidaknya ada 20 dokter yang dikabarkan meninggal karena Positif COVID-19 dan PDP COVID-19:

1. Prof. DR. dr. Iwan Dwi Prahasto (GB FK UGM)
2. Prof. DR. dr. Bambang Sutrisna (GB FKM UI)
3. dr. Bartholomeus Bayu Satrio (IDI Jakarta Barat)
4. dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes (Dinkes Kota Bandung)
5. dr. Hadio Ali K, Sp.S (Perdossi DKI Jakarta, IDI Jaksel)
6. dr. Djoko Judodjoko, Sp.B (IDI Bogor)
7. dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT-KL (IDI Bekasi)
8. dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ (RSJ dr. Soeharto Herdjan, IDI Jaktim)
9. dr. Ucok Martin Sp. P (Dosen FK USU, IDI Medan)
10. dr. Efrizal Syamsudin, MM (RSUD Prabumulih, Sumatera Selatan, IDI Cabang Prabumulih)
11. dr. Ratih Purwarini, MSi (IDI Jakarta Timur)
12. Laksma (Purn) dr. Jeanne PMR Winaktu, SpBS di RSAL Mintohardjo. (IDI Jakpus)
13.  Prof. Dr. dr. Nasrin Kodim, MPH (Guru besar Epidemiologi FKM UI)
14. Dr. Bernadetta Tuwsnakotta Sp THT meninggal di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo (IDI Makassar)
15. DR.Dr. Lukman Shebubakar SpOT (K) Meninggal di RS Persahabatan (IDI Jaksel)
16. Dr Ketty di RS Medistra (IDI Tangsel)
17. Dr. Heru S. meninggal di RSPP (IDI Jaksel)
18. Dr. Wahyu Hidayat, SpTHT meninggal di RS Pelni (IDI Kab. Bekasi)
19. Dr. Naek L. Tobing, SpKJ meninggal di RSPP Jakarta (IDI Jakarta Selatan)
20. Dr. Karnely Herlena meninggal di RS Fatmawati (IDI Cabang Depok).

Sedangkan berikut ini daftar dokter gigi yang gugur karena COVID-19: 

1. Drg. Umi Susana Wijaya, SpPM, dosen FKG Yarsi dan RS Yarsi, anggota PDGI Jakpus.

2.Drg. Yuniarto Budi Santosa, MKM, PNS Dinkes Kota Bogor, anggota PDGI Kota Bogor, 

3. Drg. Amutavia Panca Sari Artsianti Putri, Sp.Ort, FGK Trisakti, anggota PDGI Jaksel, 

4. Drg. Roselani Widajati Odang, MDSc, SpPros(K), dosen FKG-UI, anggota PDGI Jakpus. (*)

Editor : Milna | Sumber : Viva.co.id
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]