Hadapi Pandemi Corona, Pemkab Dharmasraya Gelontorkan Rp70 M dari APBD


Sabtu, 11 April 2020 - 13:13:41 WIB
Hadapi Pandemi Corona, Pemkab Dharmasraya Gelontorkan Rp70 M dari APBD Sekdakab Dharmasraya H Adlisman, saat mengikuti rapat pembahasan menghadapi COVID 19 terkait anggaran 2020 bersama Banggar DPRD, pekan lalu.

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.COM - Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Dharmasraya, H Adlisman, M.Si, sebagai Ketua  Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memaparkan terkait banyaknya pertanyaan daei lapisan masyarakat terkait langkah konkrit Pemkab Dharmasraya terhadap penanganan masalah COVID 19 di Dharmasraya.

Ia menjelaskan, bahwa TAPD sudah duduk semeja dengan Banggar DPRD dan sudah mengalokasikan dana dalam menghadapi pendemi COVID 19 ini dari APBD 2020 sebesar Rp 70 milyar, yang mana refokusing dan realokasi APBD diarahkan untuk kegiatan bidang kesehatan, bansos utk masyarakat terdampak dan utk mendukung UMKM.

Sedangkan bidang kesehatan katanya, sudah dilaksanakan dan sedang proses pengadaan Alkes dan lainnya dan terus berlanjut seterusnya sesuai kebutuhan secara proporsional dan bidang bansos utk masyarakat terdmpak, saat ini sdg proses pemutahiran data calon penerima, karena ada beberapa program sejenis yang sedang dan telah berjalan baik dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten, serta dana nagari. "Hal tersebut tidak boleh tumpang tindih,"tegasnya.

Ditambahkannya bahwa bansos akan diberikan kepada masyarakat terdampak corona adalah tiga bulan kedepan.

Untuk UMKM relatif mendukung fasilitasi terhadap kebijakan nasional tentang fasilitasi hubungan UMKM dengan perbankan. "Besaran dana yang Rp 70 Milyar itu adalah angka perkiraan yg jumlah persisnya tentu setelah validasi data selesai, Insyaa Allah kita akan berusaha secara  optimal agar hal tersebut dapat berjalan segera," tutupnya.

Sebelumnya salah satu komunitas atau kelompok masyarkat yang di komandoi oleh Pandong Spendra, SH, mempertanyakan gerak langkah cepat yang sudah dilakukan oleh Pemkab Dharmasraya dalam rangka menghadapi pandemi Corona yang terjadi di dunia khususnya Dharmasraya saat ini.

Karena menurutnya, masyarakat Dharmasraya sudah sangat patuh terhadap apa yang disampaikan oleh Pemkab Dharmasraya bersama Forkopimdanya melalui surat edaran, himbauan dan segala macam keputusan, anak anak dirumahkan, pegawai sebahagian dirumahkan, rumah makan sepanjang jalan lintas Sumatera (Jalinsum) ditutup, objek wisata tutup, segala kegiatan terhenti, mesjid mesjid dan mushalla mushalla tidak ada kegiatan."Ini bukti masyarakat patuh terhadap pemimpinnya,"kato Pandong yang sukses membawa dua pasang calon bupati menjadi bupati ini.

Akibatanya kata aktivis tahun 2005 ini, banyak masyarakat yang terdampak akibat kebijakan kebijakan dan himbauan pemerintah ini, namun sebaliknya, gerak langkah pemerintah belum terlihat untuk masyarakat yang terdampak secara ekonomi dari kebijakan tersebut.

"Masyarakat sudah kelaparan, sudah tidak bisa bekerja, berjualan, berusaha dan sebagainya, mereka sudah lapar dan menjerit tidak ada uang masuk untuk memenuhi kehidupan, tapi kami tidak melihat langlah kongrit yang dilakukan oleh Pemkab Dharmasraya,"ucap Pandong Spendra yang juga tim sukses Suka Aman tahun 2015 lalu dengan nada tinggi.

Ia berharap hal ini tidak berlangsung lama dan masyarakat tidak menunggu lama, karena berbagai regulasi sudah dikeluarkan oleh pemerintah pusat untuk menggeser pos anggaran yang ada saat ini di APBN atau di APBD.

Sementara ulasnya, masyarakat dari hari ke hari sudah berharap kapan bantuan akan turun, sementara gerak langkah pemerintah tidak nampak."Negara haris segera hadir dengan kondisi rakyat seperti ini,"tegasnya. (*)

Reporter : Maryadi /  Editor : Heldi

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]