Satu Lagi Warga Pasaman Dinyatakan Positif Corona


Ahad, 12 April 2020 - 15:04:26 WIB
Satu Lagi Warga Pasaman Dinyatakan Positif Corona Ilustrasi

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, mengkonfirmasi bertambahnya korban baru warga terinfeksi virus pandemi dunia Covid-19 asal daerah itu, Minggu (12/4/2020).

"Korban berinisial R (35) berjenis kelamin laki-laki, beralamat di Kampung Koto jorong Simpang Tiga Timur, Nagari Simpang Kecamatan Simpati, terdeteksi memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia pada waktu yang sama sebelumnya, Y(43) jenis kelamin laki-laki, yang hingga saat ini masih mendapat perawatan di Rumah Sakit Ahmad Moekhtar (RSAM) Bukittinggi," kata Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 setempat, Yusuf Lubis, di Lubuksikaping.

Ia mengungkapkan, korban juga sebelumnya diketahui sempat melakukan kontak fisik dengan pasien sebelumnya, dan pada 09 April 2020, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuksikaping, melakukan tes swab atau mengambil sampel cairan hidung dan tenggorokan dan langsung di bawa ke Laboratorium Universitas Andalas pada hari yang sama.

"Dari hasil pemeriksaan laboratorium, pasien tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19, dan saat ini sudah dirujuk ke RSAM guna mendapatkan penanganan lebih lanjut," sebutnya.

Ia mengimbau, seiring dengan sudah bertambahnya korban asal daerah itu, diminta kepada seluruh masyarakat agar semakin ketat menjalankan standar protokol kesehatan yang sudah ditetapkan dengan tidak keluar rumah, mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer sesering mungkin dan hindari keramaian dan tetap memakai masker saat berada diluar rumah.

Dari hasil pantauan harianhaluan.com, pasien tersebut sempat meminta pihak Puskesmas melakukan isolasi terhadap dirinya karena merasa telah melakukan kontak fisik dan memiliki riwayat perjalanan yang sama dengan pasien Y yang sudah dinyatakan positif terlebih dahulu.

"Namun karena tidak mengalami gejala maka tim medis pun menyarankan untuk melakukan isolasi secara mandiri meski pasien bersedia untuk dikarantina.

Sebelumnya, kepala Puskesmas Kecamatan Simpati, Fitria, mengungkapkan pihaknya memang menemukan adanya masyarakat yang mengaku tertekan secara psikologis akibat adanya sikap penolakan oleh lingkungan kepada yang bersangkutan.

"Warga tersebut memang tercatat sebagai ODP karena memiliki riwayat perjalanan yang sama baik tempat dan waktu kedatangan dengan PDP yang sudah dinyatakan positif mengidap virus covid-19," sebutnya saat berdialog dengan rombongan Kapolres Pasaman di Puskesmas Simpati.

Ia menambahkan, warga bersangkutan sudah meminta dilakukan isolasi ditempat lain atau di kawasan fasilitas medis agar keberadaannya tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

Namun, lanjutnya, setelah dikonsultasikan dengan pihak terkait, permintaan warga tersebut tidak bisa dilakukan karena yang bersangkutan setelah dilakukan pemeriksaan, tidak memiliki tanda-tanda terjangkit virus corona.

Menanggapi situasi tersebut, Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya, selaku wakil ketua Gugus Tugas Penanganan covid-19 Pasaman, meminta pihak terkait segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Jangan sampai ada potensi konflik sosial yang timbul di tengah masyarakat luas, hanya karena kita lalai atau salah dalam menjalankan fungsi tanggung jawab yang sudah diatur dalam protokol penanganan wabah covid-19," pintanya. (*)

Reporter : Rully Firmansyah /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]