Di Tengah Corona, 3.011 Orang Masuk ke Dharmasraya


Ahad, 12 April 2020 - 17:44:29 WIB
Di Tengah Corona, 3.011 Orang Masuk ke Dharmasraya Petugas di posko Covid-19 perbatasan Sumbar dan Jambi memeriksa penumpang salah satu bis yang melintas guna pendataan dan memeriksa kesehatan penumpang.ist

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.COM -- Data Posko perbatasan Covid-19 Sumbar dan Jambi di Kabupaten Dharmasraya, selama sebelas hari terakhir menunjukkan 3.011 orang masuk ke Dharmasraya, dengan rata-rata per hari 274 orang. Dengan tingginya angka tersebut, maka data Covid-19 Dharmasraya juga akan merangkak naik.

Menurut Juru Bicara Bupati Dharmasraya terkait Covid-19, dr Rahmadian S menjelaskan, bertambahnya angka orang masuk Dharmasraya, akan menambah angka Pelaku Pejalan dari daerah Terjangkit (PPT) dan bisa jadi masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP). Bahkan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) bisa bertambah.

Untuk PPT, kata Kadinkes Dharmasraya ini, misalnya orang tersebut dari Jawa, Jambi dan luar negeri, protapnya dipantau bersama sama gugus tugas kecamatan dan nagari, baik langsung maupun lewat telpon.

Sedangkan ODP adalah orang yang PPT memiliki keluhan demam diatas 38 derajat Celcius, batuk, pilek dan ini diperiksa langsung, jika keluhan mulai berat dan ini dikonsulkan ke dokter paru untuk mengkategorikan ringan, sedang dan berat.

"PDP ringan protapnya bisa isolasi mandiri atau rawat di ruang isolasi, kalau sedang dirawat di RSUD, kalau berat dirawat di RS rujukan provinsi," katanya.

Persoalan tenaga medis di Puskesmas dan RSUD saat ini ulas dr. Rahmadian, adanya ketidakjujuran masyarakat yang berobat yang  menyatakan yang bersangkutan dari daerah terjangkit, itulah  masih ada PPT yg tdk terdata.

"Hal ini bisa terjadi krn takut diasingkan dan adanya stigmatisasi," imbuhnya.

Rahmadian mengatakan, saat ini untuk pemeriksaan ODP di Dharmasraya, dipusatkan di poli covid Puskesmas Sialang dan RSUD Sungai Rumbai dan RSUD Sungai Dareh dengan menyediakan ambulans khusus Covid-19 dan saat ini sedang proses pengadaan Ambulans khusus Covid atu unit untuk mendukung Covid senter.

"Tidak semua Puskesmas dijadikan poli Covid-19, karena keterbatasan APD," tukuknya.

Keseriusan Pemkab Dharmasraya dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 sangat jelas katanya, buktinya saat ini Puskesmas sudah direvisi anggaran DAK nya  untuk  mengadakan APD sendiri dengan fasilitasi Dinkes melalui UPT gudang farmasi dan juga Dinkes disupport anggaran dengan kebijakan bupati dalam logistik penanganan covid, selain pembelian ambulans, juga APD, antiseptik, vitamin.

"Hanya saja mencari logistik ini yang sulit dan harga kadang tdk masuk akal," katanya.

Ditambah dengan pihak swasta dan lainnya  yang membantu pengadaan APD dan logistik lainnya, makanan, vitamin, seperti dari CSR perusahaan, ibu ibu Bhayangkari, Bank Nagari,  yayasan yayasan, anggota dewan, bahkan sumbangan dari siswa siswi termasuk dari SD IT Andalas Cendekia.

Menurut data saat ini katanya, jumlah PPT di Dharmasraya sudah mencapai 4171 orang, sedang dalam proses isolasi 2986, selesai 1185, ODP 212 orang, dalam proses 13 orang dan selesai 199 orang, sedangkan PDP sebanyak 4 orang, dua orang dalam proses dan dua orang dinyatakan sembuh.

Data PPT tertinggi saat ini berada di Kecamatan Sitiung dengan porsentase 17,5 persen dan data ODP tertinggi juga di Kecamatan Sitiung dengan angka 15,4 persen.

Ia berharap dengan bersama melawan Covid-19, bisa cepat keluar dari masalah ini, hal itu tidak terlepas kerjasama dari masyarakat dan pemerintah, jangan berbohong kepada petugas, karena terkena COVID 19 bukan suatu kehinaan. (*)

Reporter : Maryadi | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]