Cerita Pasien Sembuh: Corona Bukan Aib, Kita Butuh Dukungan dan Semangat


Ahad, 12 April 2020 - 19:17:32 WIB
Cerita Pasien Sembuh: Corona Bukan Aib, Kita Butuh Dukungan dan Semangat Ilustrasi

PALEMBANG, HARIANHALUAN.COM - Satu pasien positif COVID-19 asal Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, NW (53), dinyatakan sehat setelah dirawat. NW pun memberikan semangat dan meminta agar pengidap Corona tidak dianggap aib. Begini cerita NW.

Kepada wartawan, NW menceritakan awal sebelum terjangkit oleh virus asal Wuhan, China, tersebut. Diakui, pertengahan Maret lalu, dia baru pulang dari pulau Jawa.

Baca Juga : Nonaktifkan Data Ganda, Kemensos Perkenalkan New DTKS

Sejak saat itu, dia mulai merasa sakit batuk dan demam. Meskipun demamnya tidak tinggi, NW akhirnya memeriksakan diri ke dokter praktik di Kayu Agung.

"Saat periksa, saya dimarahi sama dokter. Dia bilang, kenapa saya nekat bepergian," kata NW, Minggu (12/4/2020).

Baca Juga : Efek Pemudik Colong Start, Polri Antisipasi Arus Balik Lebaran

Selesai berobat dari sang dokter, NW pun diarahkan berobat ke sebuah rumah sakit swasta di Palembang. Di sini ia dirujuk ke RS Muhammad Hoesin Palembang.

"Dari rumah sakit swasta saya dirujuk lagi ke RSMH. Itu biar tahu secara pasti sakit yang saya derita," katanya mengingat saat awal dirinya masuk rumah sakit rujukan di Kota Palembang.

Baca Juga : Polri dan BPJS Sepakat Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Pengguna Jalan

Terhitung sejak 23 Maret lalu, ia dirawat di RSMH Palembang. Hasil pemeriksaannya di laboratorium juga dinyatakan dia positif terjangkit virus COVID-19.

Namun, bagi NW, keterbukaan agar mendapat penanganan secara benar menjadi kunci utama. Sampai akhirnya ia dinyatakan sehat dan kini diperbolehkan pulang oleh dokter.
.
"Kita yang terpapar, harus terbuka kepada pihak yang benar. Ini bukan salah kita dan bukan aib, jadi jangan ditutupi. Justru kita harus datang ke pemeriksaan medis agar cepat tertangani dengan baik dan benar," katanya.

Baca Juga : Optimalkan Potensi Daerah untuk Percepatan Pembangunan Ekonomi Kewilayahan

Menjadi pasien positif COVID-19 memang tidaklah mudah. Sebab, dia harus diisolasi, tidak dapat bertemu keluarga, dan seluruh aktivitas berhenti total.

"Saya sangat mengapresiasi tindakan dari pemerintah. Terutama pihak RSMH yang telah merawat saya dengan baik. Hingga akhir setelah masa isolasi saya dinyatakan sembuh, sehat," katanya.

Meskipun demikian, pikiran menurut NW menjadi salah satu yang mempengaruhi imunitasnya. Karena itu, sebisa mungkin dia membuang jauh perasaan panik agar lebih tenang.

"Pertama kali divonis positif Corona, saya itu terima dengan lapang dada. Saya ikuti prosedur dari rumah sakit dan pemerintah semuanya karena itu untuk kebaikan saya juga," katanya
.
Kepada masyarakat, NW meminta supaya tidak ada lagi yang mengucilkan ataupun mengasingkan penderita Corona. Sebab, tak ada satu pun orang yang mau tertular virus tersebut.

"Jangan disisihkan. Jangan memandang sinis. Namun berilah dukungan dengan menyemangati, orang seperti kami sangat butuh perhatian, butuh kasih sayang ketika berjuang melawan virus ini. Itulah obat utama menuju kesembuhan," katanya.

Terakhir, NW mengaku kini dirinya sudah berada di rumah. Ia diminta dapat mengisolasi diri sementara waktu setelah hasil laboratorium menyatakan dia sudah negatif. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]