Sepakat Pangkas Produksi, Harga Minyak Dunia Tak Berubah


Senin, 13 April 2020 - 09:57:24 WIB
Sepakat Pangkas Produksi, Harga Minyak Dunia Tak Berubah ilustrasi minyak dunia

INTERNASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- Harga minyak dunia sedikit berubah pada Minggu (12/4/2020), setelah produsen utama mencapai kesepakatan pemangkasan produksi 10 juta barel per hari. Dengan para analis mengatakan perjanjian itu tidak cukup untuk mencegah kelebihan pasokan karena Virus Corona memukul permintaan.

Total pemotongan pasokan minyak global bisa mencapai 20 juta barel per hari, sekitar 20 persen dari pasokan global, kata Menteri Perminyakan Kuwait. Setelah empat hari perdebatan, OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries), Rusia dan negara-negara produsen minyak lainnya, kelompok yang dikenal sebagai OPEC +, pada Minggu sepakat untuk memangkas produksi dengan jumlah rekor 9,7 juta barel per hari, mewakili sekitar 10 persen dari pasokan global guna mendukung harga minyak di tengah pandemi Virus Corona, demikian disebutkan sumber itu.

Mengutip Reuters pada Senin (13/4/2020), ada perdagangan di sesi awal, minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, hanya naik 6 sen menjadi 31,54 dolar AS per barel. Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), turun 22 sen menjadi 22,54 dolar AS per barel.

Morgan Stanley menaikkan perkiraan harga minyak kuartal kedua menjadi 25 dolar AS per barel untuk Brent dan 22,50 dolar AS per barel untuk WTI. Namun, bank itu mengatakan pemotongan 9,7 juta barel per hari tidak akan mencegah penumpukan persediaan yang tajam dalam beberapa bulan mendatang, menjaga harga tetap di bawah tekanan.

Pemimpin tiga produsen minyak terbesar dunia, Presiden Rusia, Vladimir Putin, Presiden Donald Trump, dan Raja Salman dari Arab Saudi, semua mendukung kesepakatan OPEC + untuk memangkas produksi global, tutur Kremlin, Minggu. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bahkan memuji kesepakatan itu, mengatakan putusan ini akan menyelamatkan pekerjaan di industri energi Amerika Serikat.

Arab Saudi, Kuwait, dan UEA secara sukarela melakukan pemotongan lebih dalam dari yang disepakati, yang secara efektif akan menurunkan pasokan OPEC + sebesar 12,5 juta barel per hari dari tingkat pasokan saat ini, kata Menteri Energi Saudi. Konsumsi bahan bakar di seluruh dunia anjlok sekitar 30 persen, karena pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 yang menewaskan lebih dari 100 ribu orang di seluruh dunia dan membuat bisnis suram karena status lockdown di pelbagai negara. (*)

loading...
 Sumber : Suara.com /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 06 Maret 2020 - 10:34:28 WIB

    Turki dan Rusia Sepakati Gencatan Senjata di Idlib, Suriah

    Turki dan Rusia Sepakati Gencatan Senjata di Idlib, Suriah JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mitranya dari Rusia Vladimir Putin kemarin mengumumkan gencatan senjata militer di Idlib setelah pertemuan selama enam jam di Moskow..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]