Ulah Virus Corona, 250 Musisi di Kota Padang Kehilangan Pekerjaan


Senin, 13 April 2020 - 18:12:57 WIB
Ulah Virus Corona, 250 Musisi di Kota Padang Kehilangan Pekerjaan Ketua DPC Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Padang, Adityawarman.

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Adanya kebijakan dari pemerintah untuk menghindari kerumunan demi pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19, rupanya sangat berimbas bagi sejumlah pelaku seni hingga artis Minang di Kota Padang, Provinsi Sumbar.

Betapa tidak, sejak diluncurkannya kebijakan tersebut, sekitar 250 orang pekerja seni yang berkecimpung didunia musik kini tak berdaya hingga mereka kehilangan pekerjaan.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPC Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Padang, Adityawarman. Dia menyebutkan, saat ini terjadi pembatalan dan pemunduran jadwal show terhadap sejumlah artis dan pelaku seni yang sebelumnya sudah memiliki job.

"Imbas dari Corona, saat ini banyak artis dan pelaku seni yang telah punya job banyak yang batal atau diundur. Sehingga dengan sendirinya pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari tidak ada," kata Adityawarman kepada Harianhaluan.com, Senin (13/4/2020).

Menurut Adityawarman, jika pelaku seni dan artis ini sudah memiliki simpanan uang sebelumnya tentu kebijakan tersebut tidak terlalu memberatkan kondisi mereka. Bagi yang tidak ada maka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pasti sulit.

"Kalau memang ada tabungannya gak masalah, bagi yang tidak punya, kebutuhan sehari-hari keluarganya bagaimana?," ucap Adityawarman.

Melihat kondisi pelaku seni yang kian terpukul, Adityawarman berharap pemerintah setempat bisa memberikan solusi agar para artis Minang, artis organ, ataupun pekerja yang berkecimpung didunia musik bisa kembali menghasilkan pemasukan.

"Tidak ada cara yang bisa diperbuat para artis, apalagi saya sebagai ketua. Saat ini kami sangat berharap Covid-19 cepat hilang, dan berharap solusi dari pemerintah. Seperti kepedulian pemerintah kepada pelaku ekonomi," harap Adityawarman.

Mantan Kasi IT Pengelola Bulog Mart Bulog Divisi II Sumbar ini menuturkan, bahkan penggalangan donasi telah diluncurkan. Namun hanya cukup untuk sekali makan. Bukan untuk mencukupi kebutuhan sehari, apalagi kebutuhan per Minggu-nya.

"Kita sudah mencoba untuk melakukan penggalangan donasi, tetapi hanya cukup sekali makan saja. Bukan merupakan kebutuhan perhari, apalagi per Minggu-nya tidak ada, tetapi kita tetap berusaha mencari solusi lain," ulas Adityawarman

Selai itu, sambung Adityawarman, saat ini pihaknya juga melakukan penggalangan dan dari rekan-rekan artis yang berkecukupan untuk mengelontorkan bantuan berupa pangan kepada anggota keartisan yang terkena dampak Covid-19.

"Kita juga lagi galang dana dari kawan-kawan yang berada untuk membantu anggota keartisan yang terkena dampak Covid-19. Sekarang sudah terkumpul sekitar Rp3.000.000," sebut Adityawarman.

Adityawarman menambahkan, sekitar 250 orang sudah terdaftar di grup musisi. Terdiri dari artis organ, pemain organ, dan sebagainya. Maka dari itu, Adityawarman kembali berharap pemerintah setempat juga memperhatikan para pekerja seni terutama dibidang musik.

"Artis, musisi, pencipta lagu, dan vidiograper perlu juga diperhatikan pemerintah. Karena para pencipta lagu juga termasuk pahlawan. Seperti contoh Wr Supratman, pencipta lagu Indonesia Raya, setiap upacara selalu dinyanyikan. Bahkan kini musik adalah warna kehidupan kita semua," pungkasnya. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]