Terdampak Corona, Wabup Minta Perbankan Lebih Persuasif ke UMKM


Senin, 13 April 2020 - 19:11:19 WIB
Terdampak Corona, Wabup Minta Perbankan Lebih Persuasif ke UMKM Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama meminta, pihak perbankan dan perusahaan pembiayaan di daerah itu agar lebih persuasif hadapi nasabah berlatar belakang pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta golongan masyarakat ekonomi lemah lainnya.

"Dampak pembatasan sosial dan ekonomi akibat diberlakukannya sejumlah larangan oleh pemerintah memang cukup berat dirasakan, khususnya bagi masyarakat kelompok tersebut," sebutnya menyikapi kegelisahan masyarakat yang muncul pasca pemberlakuan protokol penanganan wabah Covid-19, di Lubuksikaping, Senin (13/4/2020).

Sementara, lanjutnya, standar protokol tersebut harus dilaksanakan oleh setiap individu warga negara agar wabah pandemi dunia itu tidak semakin meluas dan menjangkiti banyak warga daerah itu terlebih setelah diidentifikasinya ada 2 orang pasien yang positif terinfeksi virus Covid-19.

Dibidang penanganan dampak ekonomi bagi masyarakat, jelasnya, hingga saat ini memang belum ada instruksi terkait skema penundaan pembayaran kredit bagi pelaku UMKM maupun cicilan kendaraan bermotor bagi masyarakat yang berprofesi sebagai tukang ojek maupun kelompok masyarakat kecil lainnya.

"Pemerintah daerah terus berkonsultasi dengan pihak provinsi terkait masalah ini dan diminta bagi para kreditur maupun debitur agar sama-sama menahan diri sambil menunggu keputusan yang tegas dari pemerintah terkait solusi yang akan diberikan," imbaunya.

Ia mengungkapkan, meskipun sudah ada pengumuman dari pihak pemerintah pusat tentang kebijakan moneter selama penanganan wabah Covid-19 berlangsung, namun dalam pelaksanaannya tidak bisa sembarangan saja.

"Harus ada regulasi yang jelas baik mengenai tata cara pelaksanaannya maupun penunjukan lembaga pengendali kebijakan tersebut, karena seluruh elemen lembaga negara sudah diatur ketat terkait penggunaan uang negara," tegasnya.

Dibalik itu, tambahnya, menjaga lembaga perbankan tetap sehat dan stabil juga merupakan hal yang tidak bisa diabaikan sekaitan fungsi lembaga tersebut dalam menjaga sektor riil tetap berjalan stabil.

"Ibarat dua sisi koin mata uang, keduanya harus dijaga harmonisasinya dan memang situasi seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larit tanpa penanganan yang tepat," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, meminta pihak pemerintah kabupaten setempat segera selamatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang turut terdampak pasca pemberlakuan pembatasan sosial oleh pemerintah terkait penanganan wabah Covid-19 di daerah itu.

"Kami sudah banyak menerima keluhan dan pengaduan tentang kendala operasional yang dialami pelaku usaha tersebut, mulai dari penurunan pendapatan, penghentian operasional usaha hingga kendala pembayaran cicilan ke pihak perbankan yang hingga saat ini penagihannya masih berjalan," kata Ketua Kadin Daerah Pasaman, Asrial SP. (*)

loading...
Reporter : Rully Firmansyah /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]