IDI Solsel: Rapid Test Covid-19 Harus di Bawah Pengawasan Tenaga Ahli


Selasa, 14 April 2020 - 20:08:30 WIB
IDI Solsel: Rapid Test Covid-19 Harus di Bawah Pengawasan Tenaga Ahli Ilustrasi

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Solok Selatan (Solsel) dr.Roni Permana, SpP, FISR merekomendasikan penggunaan Rapid Test Covid-19 dibawah pengawasan tenaga ahli. Hal itu disampaikan ketika melakukan konferensi pers di RSUD setempat, Selasa (14/4/2020).

Dokter Roni menyebutkan, untuk diagnosa pasti terkait virus Covid-19 menggunakan standar swab tenggorokan karena hasilnya sangat akurat. Pemeriksaan melalui rapid test, sebetulnya untuk penelitian. Akan tetapi, bisa digunakan untuk pemeriksaan awal dengan catatan di bawah pengawasan tenaga ahli.

"Yang menjadi tren di masyarakat, IDI melihat ada yang menggunakan rapid test tapi tidak paham menjelaskan hasilnya," katanya, didampingi Sekretaris IDI Solsel, dr.Ronaldi.

Ia menjelaskan, rapid test itu menilai antibodi seseorang. Jika swab tenggorokan, menilai antigen atau virus Covid-19. "Sementara, antibodi muncul biasanya pada hari ke tujuh. Apabila, menggunakan rapid test, ketika hasil negatif banyak sekali interpretasi di situ," ujarnya.

Ketika tidak ada pengawasan ahli, imbuhnya, takutnya masyarakat terlalu senang dengan hasil negatif itu sehingga mengabaikan anjuran pencegahan penularan Covid-19. 

Ia mencontohkan, di beberapa kasus ada pasien saat melakukan rapid test Covid-19 mendapatkan hasil positif namun setelah dilakukan uji swab ternyata hasilnya negatif. "Begitu pula ketika ditemukan hasil positif menggunakan rapid test tetapi setelah uji swab ternyata positif Covid-19," ulasnya.

Ia mengatakan, di RSUD Solsel saat ini ada satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di ruang isolasi dan akan diambil uji swab, pada Selasa (14/4/2020). Untuk diantarkan ke labor di Padang. "Pasien ini sudah empat hari dirawat di RSUD Solsel, dan ada gejala demam serta mempunyai riwayat perjalanan ke daerah terpapar wabah Covid-19," katanya.

Terkait APD pihaknya juga mengaku masih kekurangan dan masih membutuhkan tambahan APD di RSUD Solsel.

Hingga Selasa (14/4/2020), imbuhnya, belum ada pasien yang positif Covid-19 di Solsel. "Namun, kami juga berharap masyarakat selalu waspada terhadap penularan Covid-19, dengan mengikuti anjuran pemerintah untuk selalu menjaga jarak dan jaga kebersihan," tutupnya. (*)

Reporter : Jefli /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]