Sempat Putus, Jalan Tembus Daerah Terpencil di Pasbar Bisa Dilalui Lagi


Rabu, 15 April 2020 - 06:12:37 WIB
Sempat Putus, Jalan Tembus Daerah Terpencil di Pasbar Bisa Dilalui Lagi Wakil Gubernur Sumbar saat berkunjung ke Pasaman Barat. Foto: Humas Pemprov Sumbar

PASAMAN BARAT, HARIANHALUAN.COM -- Ditengah maraknya wabah virus corona (Covid-19) yang melanda, Personil TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0305 Pasaman menyelesaikan pembangunan jalan sepanjang 4,2 kilometer melalui kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Jorong Paraman Sawah, Kecamatan Ranah Batahan dan Rura Patontang Kabupaten Pasaman Barat.

Terkait virus corona, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit memberikan apresiasi yang tinggi terhadap personil Kodim 0305 Pasaman bekerja dengan tetap memperhatikan SOP kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

"Kita sangat bangga dengan keberhasilan Kodim 0305 Pasaman menyelesaikan pembangunan jalan sepanjang 4,2 kilometer. Yang dulunya jalan tersebut sempat putus. Sekarang masyarakat bisa menikmatinya. Selain itu para TNI juga melakukan sosialisasi pencegahan virus corona kepada warga disini," sambut Nasrul Abit pada penutupan TMMD di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat, dalam keterangan tertulis yang diterima Harianhaluan.com, Rabu (15/4/2020).

Kolaborasi TNI dengan pemerintah daerah serta elemen masyarakat dalam pelaksanaan TMMD ke-107 ini adalah sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pelaksanaan program pemerintah dan pemerintah daerah dalam pembangunan di desa. Serta guna memantapkan wawasan kebangsaan dalam bermasyarakat.

"Wabah penyebaran virus Corona ini menjadi perhatian sangat serius bagi pemerintah. Selain kita melindungi masyarakat, juga harus melindungi diri kita sendiri terlebih dahulu," tuturnya.

Selanjutnya Wagub Sumbar berharap petugas yang ada diperbatas untuk bisa lebih tegas dalam pengawasan orang yang masuk ke wilayah Sumbar. Pasalnya hampir tiap hari pasien positif bertambah. Untuk itu Wagub minta setiap orang masuk harus di data.

Nasrul Abit menjelaskan, angka kendatangan orang yang masuk ke Sumatera Barat terus meningkat, terutama daerah daerah pandemik Covid-19 atau zona merah. Membuat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berupaya menghadapi kemungkinan terburuk lonjakan Covid-19.

"Kita berharap setiap pendatang yang berkunjung ke Sumbar. Wajib lakukan karantina selama 14 hari, baik mandiri ataupun karantina yang telah disiapkan. Semua ini butuh kesadaran dari pengujung sendiri," jelasnya.

Saat ini orang masuk ke sumbar telah mencapai 62.534 orang dari 10 pintu masuk, 9 pintu masuk darat dan 1 pintu masuk melalui udara. Untuk semua itu Pemprov Sumbar telah menyediakan 465 kamar untuk karantina pendatang, dengan dilakukannya pengkarantinaan masyarakat yang baru datang, akan memperkecil kemungkinan penyebaran covid-19 di Sumbar.

"Lebih baik kita mencegah dari pada mengobati sebelum virus Covid-19 ini menyebar di daerah kita. Marilah kita bersama-sama menjaga serta memutus jaringan virus Covid-19 ini," tuturnya. (*/Hms-Sumbar)

 Sumber : Relis /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]