Asal Komen di Facebook, Pedagang di Limapuluh Kota Ini Diringkus Polisi


Rabu, 15 April 2020 - 13:41:00 WIB
Asal Komen di Facebook, Pedagang di Limapuluh Kota Ini Diringkus Polisi Desmaizar alias Ade (41) itu mendoakan dimedia sosial Facebook agar semakin banyak tenaga medis yang menjadi korban Corona.

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM - Ada-ada saja ulah salah seorang pegadang yang beralamat di Jorong Indo Baleh Timur, Nagari Mungo, Kecamatan  Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota ini. Bukannya berdoa agar wabah Corona cepat hilang diperedaran bumi ini. Malahan, pedagang yang diketahui bernama Desmaizar alias Ade (41) itu mendoakan dimedia sosial Facebook agar semakin banyak tenaga medis yang menjadi korban Corona.

Akibat dari komentar, pria tersebut harus berurusan dengan polisi. "Pelaku kita tangkap telah melanggar tindak pidana UU ITE terkait penyebaran informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik dan menimbulkan ujaran kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas Sara," terang AKBP Dony Setyawan Kapolres Payakumbuh saat melakukan Video Conference dengan sejumlah media pada Rabu (14/4) siang.

Lulusan Akpol itu menjelaskan, penghinaan dan ujaran kebencian oleh pelaku ditujukan agar masyarakat menolak pemakaman dokter dan perawat yang terkena wabah Corona. Kasus berawal, ketika pelaku mengomentari salah satu postingan pada akun Facebook. Pada komentarnya, pelaku menulis "Semoga makin bnyk Dokter dan Perawat jadi korban Corona ko,, dan smkin bnyk urg yg menolak untuak dmakam kan di bumi alloh ko,,sbb ksombongan itu pkaian setan,, bukan pkaian manusia,,,jadi kalau setan tu mati,,ndk Ado hak nyo bkubua d bumi Allah ko doh dengan menggunakan akun facebook milik istrinya.

Dari komentas itu, screenshot dan viral,  beredar luas disejumlah grup-grup media sosial. Bahkan, disalah satu postingan  group facebook Info Kesehatan Masyarakat, medapatkan 6,6 rb komentar dan 3,4 rb kali dibagikan.

"Postingan sempat viral. Akhirnya,  Ikatan Dokter Indonesia Kota Payakumbuh dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Payakumbuh melaporkan komentar pelaku pada akun facebook tersebut,"ucap AKBP Dony. Setelah mendapatkan laporan, petugas langsung bergerak dan menangkap pelaku dikediamannya pada Senin (13/4) sore.

Petugas juga menyita satu ponsel merek Vivo Y 53 warna gold. Screnshoot postingan akun facebook atas nama nola.bundanyaasraf. Serta akun facebook dan email atas nama nola.bundanyaasraf.

"Ketika postingan viral, pelaku juga mencoba mengelabuhi petugas di Polsek Luak. Di Mapolsek, pelaku mengaku akun facebook milik istrinya itu di hack orang lain,"ucapnya. Ketika di Mapolsek, pelaku juga sempat berphoto dengan petugas dan memposting dokumentasi di Mapolsek Luak pada akun yang sama.

Pelaku memposting photo tersebut dengan keterangan “lagi d Polsek, mlaporkan bhwa fb istri saya dbajak,, dan saya slaku kluarga(suami) mhon kpada tman fb smua untuk mmaklumi atas kjdian yg mnimpa istri saya, krna itu bukan istri saya yang komentar, tp justru pihak yang tidak bertanggung jawab, trimakasih”.

Dengan postingan pada akun yang sama, petugas langsung menaruh curiga dan tak berapa lama dilakukan penangkapan. "Tersangka kemudian ditangkap dan mengakui perbuatannya menggunakan akun facebook istrinya memposting ujaran kebencian," tegas AKBP Dony Setyawan.

Kata Kapolres, pelaku melangfar Pasal 45A Ayat 2 jo Pasal 28 Ayat (2) Atau Pasal 45 Ayat 3 Jo Pasal 27 Ayat 3 , UU ITE No 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Dengan Ancaman Pidana Penjara Paling Lama 6 Tahun Dan Atau Denda paling banyak 1 Miliyar Rupiah. "Untuk sekarang, pelaku sudah ditahan. Kepada masyarakat luas, kita minta berhati-hati dan bijak bermedia sosial,"tegas Kapolres Payakumbuh. (*)

Reporter : Dadang Esmana /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]