Diduga Sopir Mengantuk, L300 Tabrak Pemotor di Pasaman


Rabu, 15 April 2020 - 15:32:17 WIB
Diduga Sopir Mengantuk, L300 Tabrak Pemotor di Pasaman Diduga ngantuk, pikap tabrak pengendara sepeda motor di Pasaman. 

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Kecelakaan akibat sopir mengantuk terjadi tadi pagi, Rabu (15/4) sekitar pukul 04.40 WIB di Jalan Umum Ampang Gadang, Kenagarian Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Mobil pikap menabrak pemotor hingga kritis.

Korban bernama, Syafnel Joni (28), warga Sei Pandahan, Kenagarian Sundatar, Kecamatan Lubuksikaping. Ia terpaksa dilarikan ke RSUD Lubuksikaping untuk mendapatkan perawatan intensif akibat luka-luka yang dialami. 

Informasi yang dihimpun harianhaluan.com, kecelakaan tersebut bermula ketika mobil pikap nopol Nopol BA 8011 LQ yang dikemudikan oleh Tri Suranto (37) hendak menuju ke Bukittinggi datang dari arah Panti. 

Saat melintas di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) mobil tiba-tiba oleng dan tidak bisa dikendalikan. Mobil tersebut kemudian menabarak Syafnel Joni yang datang dari arah berlawanan. Akibat peristiwa itu, sepeda motor milik korban, jenis Suzuki Satria FU ringsek. 
 
"Sopir pikap diduga kecepatan tinggi dan tertidur saat melewati tikungan tajam ke kiri di tempat kejadian. Kendaraan sampai keluar jalan sebelah kanan serta bertabrakan dengan sepeda motor korban nopol BA 4068 NR," ungkap Kasatlantas Polres Pasaman, AKP Bezaliel Mendrofa melalui Kanit Lantas, Aiptu Armen.

Korban, kata dia, malah sudah berupaya menghindar agar tabrakan tersebut tidak terjadi. Sepeda motor yang dikendarai korban sampai keluar dari sisi kiri badan jalan. 

Namun, nahas, mobil pikap yang dikemudikan oleh warga Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Agam itu malah menghantam korban dan sepeda motornya. 

"Selanjutnya mobil pikap masuk ke dalam saluran air lalu menghantam tebing disisi sebelah kanan jalan. Peristiwa itu mengakibatkan pengendara sepeda motor menderita luka-luka dan kerusakan materil," ujarnya. 

Ia menyebutkan, bahwa kondisi jalan di TKP merupakan tikungan tajam dan sangat rawan menimbulkan kecelakaan lalulintas. Selain itu, di TKP juga minim akan penerangan jalan umum (PJU). 

"Jalan di TKP tikungan tajam ke kiri, tidak ada lampu penerangan jalan. Tidak ada rumah penduduk, hanya perkebunan masyarakat," tukas Armen. (*)
 

Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]