Harga Minyak Dunia Anjlok, Guspardi Gaus: Pemerintah Harus Sesuaikan Harga BBM


Rabu, 15 April 2020 - 19:47:38 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok, Guspardi Gaus: Pemerintah Harus Sesuaikan Harga BBM Guspardi Gaus

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Anggota DPR RI Fraksi PAN Guspardi Gaus mendesak pemerintah melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri seiring terjadinya penurunan yang tajam pada harga minyak dunia. Pemerintah dinilai perlu menurunkan harga BBM dengaan tingkat harga keekonomian dalam rangka menjamin akses masyarakat bawah terhadap BBM premium dan solar.

"Selain itu, penurunan harga BBM nonsubsidi seperti jenis pertalite dan pertamax agar juga disesuaikan dengan daya beli masyarakat saat ini dengan tetap menjamin pasokan dan distribusi ketersediannya ditengah mewabahnya Covid-19," ujar Guspardi, Rabu (15/4).

Guspardi mengatakan, sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Rudi Rubiandini (Mantan Kepala SKK Migas) dalam keterangan tertulisnya kepada salah satu portal berita online bahwa " Kebijakan menurunkan harga BBM saat ini sudah sangat mendesak, oleh karena itu pemerintah harus menyikapi nilai jual BBM tersebut kepada masyarakat, agar tidak ada kesan negara mengeksploitasi rakyatnya dengan memberikan harga yang terlalu tinggi dari nilai keekonomian," 

Sebelumnya, Vice President Corporate Communication PT Pertamina Fajriyah Usman mengungkapkan, pada prinsipnya Pertamina selaku operator akan menyesuaikan dengan kebijakan Pemerintah. 

Mantan Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Sumbar ini menambahkan harga minyak dunia yang terus merosot di tengah suramnya prospek permintaan minyak akibat wabah virus Corona. Menurut jajak pendapat Reuters, permintaan minyak global diperkirakan akan menyusut 15 juta hingga 20 juta barel per hari. Kondisi ini dipicu oleh semakin banyaknya negara yang memberlakukan dan memperpanjang lockdown guna membatasi penyebaran virus Covid-19. 

Saat ini, sambung dia, terdapat dua harga acuan minyak dunia yang paling banyak digunakan di dunia yaitu harga minyak dunia Brent Oil dan West Texas Intermediate (WTI). Harga WTI pada bulan Februari 2020 mencapai diatas USD50 per barrel Amerika Serikat (AS), dan saat ini sudah turun menjadi kurang separuhnya menjadi USD 22,56 dan harga Brent Oil USD 32,12 per barrel. Namun, penurunan harga minyak internasional di tiga bulan pertama 2020 itu ternyata tidak diikuti oleh PT Pertamina. 

"Ini adalah momentum yg tepat bagi pemerintah untuk mengambil langkah penurunan harga BBM. Disamping harga minyak dunia turun tajam dan dampak pendemi Covid 19 yang berimbas kepada melemahnya ekonomi. Konsekwensi Kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah dengan pemberlakuan PSBB dimana ruang gerak masyarakat yang dibatasi sehingga hampir seluruh bidang usaha dari hulu sampai hilir tidak bergerak dan serta ancaman gelombang PHK dihampir semua sektor usaha sehingga mengakibatkan daya beli masyarakat juga menurun tajam," katanya.

Anggota DPR RI dari Daerah pemilihan Sumbar 2 ini menambahkan, apabila memakai parameter dengan kurs Dollar senilai Rp16.000 dan harga minyak USD 33/barrel, maka harga minyak mentah setara Rp3.500, ditambah biaya pengolahan, transportasi, dan Ppn maka bisa menjadi Rp4.500. Kalau ditambah keuntungan Pertamina 10 persen, maka akan menjadi seharga Rp5.000. Mungkin harga yang pantas untuk dijual ke masyarakat di patok di angka Rp5.000 . "Dengan anjloknya harga minyak dunia seharusnya juga bisa dirasakan dan dinikmati rakyat Indonesia dan ini akan membantu ekonomi masyarakat, ditengah melambatnya ekonomi akibat wabah virus Covid-19," pungkas Guspardi yang memiliki latar belakang pengusaha ritel ini. (*)

loading...
Reporter : Leni Marlina /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]