Pasutri Penjual Pecel Lele Ditemukan Meninggal dalam Rumah di Kayu Tanam


Rabu, 15 April 2020 - 21:27:48 WIB
Pasutri Penjual Pecel Lele Ditemukan Meninggal dalam Rumah di Kayu Tanam ilustrasi meninggal

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Pasangan suami istri (Pasutri) yang sehari-hari jualan pecel lele ditemukan meninggal di kedainya di kawasan Korong Pasa Tangah, Nagari Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (15/4/2020).

Kapolsek 2x11 Enam Lingkuang, Iptu Agusma Hendri mengatakan, pasangan ini ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa, dimana sang suami tergantung dengan seutas tali dan istrinya tergeletak diatas kasur. "Dua jenazah ini ditemukan sekitar 16.00 WIB oleh saksi (Rian) yang merupakan petugas koperasi keliling yang hendak bertemu dengan pasutri tersebut," kata Iptu Hendri, Rabu malam.

Baca Juga : Tabrakan Maut Pick-Up Vs Suptra X, Heri Kuswanto Tewas di TKP

Dia menjelaskan, saat saksi Rian mendatangi kedai pasutri itu, ditemukan kondisi pintu kedai yang tertutup. Kemudian, Rian meminta salah seorang warga di sana untuk menemani ke kediaman korban. "Sampai di depan rumah yang sekaligus sebagai kedai, saksi melihat dari jendela kaca, korban berinisial KK (35) tergantung dengan tali nilon," sebut Iptu Hendri.

Melihat itu, kata Kapolsek lagi, saksi bersama warga lainnya mendobrak rumah pasutri tersebut dan langsung menurunkan jasad KK. "Setelah diturunkan oleh beberapa warga saat itu, mereka juga melihat satu orang tergeletak di atas kasur. Saat diperiksa ternyata sudah meninggal pula," kata Kapolsek.

Baca Juga : Banyak THM Abaikan Prokes, Anggota DPR Dapil I Riau Desak Kapolda Bertindak Tegas

Diketahui, mayat yang tergelatak di atas kasur dengan posisi telentang itu adalah istri dari KK dengan inisial FY (27). "Berdasarkan keterangan saksi, kemarin dia sempat mendengar suara teriakan korban inisial FY pada tengah malam. Saat saksi YS menanyakan ke pada suami korban, dia mengatakan kalau istrinya sedang mengigau," kata Kapolsek.

Tak sampai disitu, lanjut Hendri. Setelah saksi YS pulang, dia mendengarkan lagi suara ribu dari kediaman korban. Saksi kembali bertanya dan mendapat jawaban yang sama pula. "KK menjawab seperti semula dan mengatakan kepada saksi bahwa istrinya sedang susah tidur," terang Hendri.

Baca Juga : Emak-emak Protes Keras Lahan Fastum Dijadikan Perumahan

Tapi, diketahui tadi sore, pihaknya mendapat laporan kalau keduanya telah meninggal, dimana sang suami jasadnya tergantung dan istri tergeletak di atas tempat tidur. "Saat ini kedua jasad itu dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumbar untuk dilakukan otopsi. Kasus ini sedang dalam penyelidikan," jelas Iptu Hendri. (*)

Reporter : Yuhendra Imam | Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]