Pandemi Corona, Seberapa Cukupkah Stok Pangan di Tanah Datar?


Kamis, 16 April 2020 - 01:08:10 WIB
Pandemi Corona, Seberapa Cukupkah Stok Pangan di Tanah Datar? Kadis Pertanian bersama kelompok tani melakukan panen padi di Sungayang. (Feri Maulana)

TANAH DATAR, HARIANHALUAN.COM -- Ketersediaan pangan, khususnya padi di Kabupaten Tanah Datar diperkirakan cukup dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini disebabkan panen padi merata setiap bulan.

Kadis Pertanian Tanah Datar Yulfiardi, mengatakan, sesuai tugas dan fungsi Dinas Pertanian, dilakukan pendataan dan pemantauan produksi pertanian termasuk dalam kondisi pandemi Covid-19.

Baca Juga : Pakai BPJS Kesehatan, Antisipasi Apabila Sakit

“Dalam kondisi pandemi Covid-19, Dinas Pertanian melaporkan kondisi produksi pertanian setiap minggunya ke pusat, termasuk hari ini pemantauan langsung melalui video conference dengan Menteri Pertanian beserta seluruh jajaran,” kata Yulfiardi di lokasi panen padi Kelompok Tani Topi Lawik Jorong Taratak Indah Nagari Sungayang, Rabu (15/4/2020).

“Di Tanah Datar panennya merata setiap bulannya, tidak ada istilah panen raya, jadi keuntungannya gabah tersedia sepanjang bulan,” ujarnya.

Baca Juga : Mubaligh: Perbanyak Taubat Selagi di Bulan Ramadhan

Sebagai gambaran, Yulfiardi sampaikan sampai kondisi bulan Maret, luas panen padi  sebanyak 13.639 ha, sementara April hingga Desember 2020 seluas 41.210 hektar (ha) dan rata-rata panen per bulan 4.571 ha.

Jika dikonversi menjadi beras, ulas Yulfiardi ada surplus 36.204,7 ton dari produksi beras Januari hingga Maret 2020 sebanyak 46.644 ton dan konsumsi 10.439 ton. “Surplus ketersediaan beras ini yang dikirim ke daerah lain,” ujarnya lagi.

Baca Juga : Berbuka Puasa Sembari Menikmati Nuansa Tepi Bukit dengan Pemandian Air Panas Alami di Solsel

Sementara secara umum perkiraan kondisi ketersediaan 8 pangan di Tanah Datar 3 bulan mendatang, 6 komoditi kondisi surplus yaitu beras, jagung, cabe, daging sapi, daging ayam dan telur sementara bawang merah dan bawang putih neracanya minus.

“Bawang merah dan bawang putih neraca minus, masih butuh pasokan dari luar daerah,” kata Yulfiardi lagi.

Baca Juga : Terapkan Prokes Ketat, Pesantren Ramadan Kembali Digelar Pemko Padang Panjang

Ketua Kelompok Topi Lawik Yulius merasa bahagia dengan masuknya masa panen padi bagi anggota kelompoknya.

“Saat ini sudah panen sekitar 7 ton dari 34 ha yang terhampar di hamparan sawah ini, Insya Allah produksinya 4,5 sampai 5 ton per hektarnya,” ucap Yulius yang memiliki anggota kelompok 74 orang yang mayoritas petani penggarap.

Yulius berharap panen kelompoknya dapat mendukung ketersediaan pangan di Tanah Datar terutama kondisi pandemi Covid-19 ini. “Selain untuk pasokan lokal, beras di sini juga diminati dari luar daerah terutama Provinsi Riau,” katanya. (*)

Reporter : Feri Maulana | Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]