Begini Curhat WNI yang Tinggal di Negara dengan Penanganan Corona Terbaik


Kamis, 16 April 2020 - 06:21:37 WIB
Begini Curhat WNI yang Tinggal di Negara dengan Penanganan Corona Terbaik Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Taiwan dinilai sebagai negara yang mampu menangani virus Corona dengan cara terbaik. WNI yang tinggal di sana pun berbagi kisah tentang hal tersebut.

Virus Corona atau COVID-19, yang kian menyebar setiap harinya, memaksa berbagai negara untuk adu cepat mengendalikan virus tersebut. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari melakukan tes cepat (rapid test) sebagai skrining awal penderita Corona hingga mengunci diri (lockdown).

Dari berbagai upaya itu, media CNN menyebut Taiwan menjadi negara terbaik dalam menangani COVID-19. Itu didasarkan pada kecepatan dan kesigapan negara dalam menghadapi wabah ini sehingga berimplikasi pada jumlah kasus positif Corona yang kurang dari 400.

Lantas seperti apa sih kondisi di Taiwan? Apakah benar bahwa negara ini terdepan dalam penanganan COVID-19?

Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Kota Taichung, Taiwan berbagi cerita kepada detikcom mengenai kehidupan di Taiwan selama wabah COVID-19 ini terjadi. Felicia, 23 tahun, bekerja di salah satu perusahaan swasta dan melaksanakan kegiatan sehari-hari secara normal.

"Yang sudah saya alami sampai saat ini, kita nggak ada work from home, kita benar-benar (beraktivitas) kayak biasa aja, nggak ada yang namanya jalanan sepi, saya menjalani hari-hari seperti biasa karena dari pemerintah sudah ada transparansi. Jadi segala informasi (mengenai Corona) sudah terlihat jelas, gamblang langsung dari Kementerian Kesehatan di Taiwan," ujar Felicia.

Felicia mengatakan bahwa kondisi Taiwan pada masa sekarang sudah berangsur normal. Sejenak mundur ke belakang, ia menjelaskan bahwa Taiwan telah mengambil sejumlah kebijakan tegas sejak 24 Januari 2020, selang 3 hari setelah kasus COVID-19 pertama kali terdeteksi dari seorang warga Taiwan yang baru pulang dari Wuhan.

"Pertama kali ditemukan virus Corona di Taiwan pada 21 Januari. Pada waktu itu ada salah satu warga negara Taiwan, dia berusia 50 tahun, seorang perempuan, dia kembali dari Wuhan untuk mengajar, tapi untungnya pada waktu itu dia langsung melaporkan bahwa dia tidak enak badan. Jadi, dia langsung lapor ke rumah sakit dan akhirnya ia dirawat secara intensif di rumah sakit tersebut," kata Felicia.

"Pemerintah membuka konferensi pers umum pada 24 Januari untuk mengumumkan bahwa semua produsen dan juga perusahaan masker serta alkohol akan diambil alih oleh pemerintah dan dilarang untuk mengimpor ke negara-negara lain,"ia melanjutkan.

Pada saat itu, Felicia dan warga Taiwan sempat mengalami kepanikan sebab mereka tak bisa membeli masker seenaknya. Tapi, kondisi itu tak bertahan lama. Setelah pemerintah mengambil alih produksi masker dan memberlakukan aturan tertentu, kebutuhan masker di dalam negeri tetap terjaga.

"Masker hanya bisa dibeli di apotek resmi Taiwan, jadi kalau kita punya NHI card atau National Health Insurance gitu, mungkin kalau di Indonesia seperti BPJS y , jadi kalau kita memiliki kartu tersebut, kita bisa beli masker dan itu pun kita bisa beli dua minggu sekali dan kita hanya dapat 9 pieces (potong) saja," ia menerangkan.

Selain masker, Pemerintah Taiwan juga mencegah penyebaran COVID-19 dengan memperpanjang masa libur musim dingin supaya kegiatan di ruang publik berkurang.

"Pada 2 Februari yang seharusnya libur musim dingin berakhir, pemerintah sengaja memperpanjang liburnya menjadi 14 hari guna untuk mengurangi tingkat tertularnya virus COVID-19. Nggak lama kemudian pada awal Februari juga pemerintah telah memberlakukan aturan baru bahwa semua kunjungan turis dari China, Hong Kong dan juga Macau akan dibatalkan dan dilarang untuk masuk ke Taiwan," katanya.

Kebijakan tegas juga diambil pada Maret lalu dimana kunjungan turis dari berbagai negara juga dilarang untuk meredam kemungkinan masuknya Corona dari warga negara lain.

"Tanggal 19 Maret, pemerintah telah memberlakukan aturan baru lagi bahwa kunjungan turis dari berbagai macam negara, semua negara termasuk Indonesia itu juga nggak bisa masuk ke Taiwan kecuali kalau misalkan orang tersebut adalah warga negara Taiwan dan memiliki kartu identitas Taiwan, ataupun misalnya dia warga negara asing memiliki Alien Resident Card, nah itu baru bisa masuk ke Taiwan," ia menambahkan.

Penanganan medis dilakukan secara maksimal.Taiwan melarang kunjungan turis asing demi lindungi warga di dalam negeri. (Foto: Getty Images/Paula Bronstein)
Felicia juga mengatakan, di Taiwan, orang-orang mendapatkan pelayanan medis yang maksimal. Mereka juga diimbau untuk melapor ke rumah sakit bila mengalami gejala sakit.

"Penanganan medis di Taiwan, secara umum masyarakat di Taiwan yang memang sakit atau tidak enak badan mereka akan melaporkan diri ke rumah sakit dan rumah sakit nggak akan menolak yang namanya pasien. Jadi rumah sakit akan bertanggung jawab dan juga akan merawat secara intensif. Seperti kemarin itu ada satu kasus dimana dia memang sakit dan akhirnya malah dijemput oleh ambulansnya sendiri,"tutur Felicia.

Menurut Felicia, salah satu kunci dari penanganan virus Corona yang baik di Taiwan adalah transparansi pemerintah dan kerjasama dari masyarakat. Selama ini pemerintah tidak menetapkan lockdown namun pemerintah mengajak masyarakat untuk menjaga jarak satu sama lain dan mengenakan masker untuk mencegah penularan. Selain itu ada juga berbagai macam denda mulai jutaan hingga miliaran rupiah yang akan diberikan bagi siapapun yang melanggar aturan.

"Pemerintah selalu membuka konferensi pers terbuka untuk mengumumkan jumlah orang yang terinfeksi COVID-19 dan juga memberikan pengetahuan serta informasi penting bagaimana untuk mencegah terjadinya COVID-19 dan mereka juga secara detail menjelaskan langkah-langkah pemerintah dalam menanggulangi tertularnya COVID-19 ini. Jadi semuanya jelas, transparan, dan akhirnya masyarakat nggak akan takut dan nggak akan terjadi yang namanya panic buying, dan sebagainya,"tukasnya.(*)

 Sumber : detik.com /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]