Fadli Zon Imbau Perantau Minang Tak Pulang Kampung pada Lebaran Tahun Ini


Kamis, 16 April 2020 - 09:32:48 WIB
Fadli Zon Imbau Perantau Minang Tak Pulang Kampung pada Lebaran Tahun Ini Fadli Zon

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Umum Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Fadli Zon mengimbau perantau Minang untuk tidak pulang kampung pada Lebaran tahun ini dalam upaya mencegah mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.

"Saya meminta agar orang-orang Minang di perantauan menunda mudik tahun ini, sampai situasi kondusif," kata Fadli Zon, di Jakarta, Rabu (15/4/2020).

Menurut Fadli Zon, pulang kampung dalam kondisi normal untuk bersilaturahmi tatap muka dengan keluarga besar memang bernilai ibadah. 

Namun, dalam situasi seperti sekarang ini di tengah wabah virus corona maka tindakan itu bisa mendatangkan kemudharatan, bahkan menambah masalah.

"Karena itu, kami dari IKM meminta kepada seluruh masyarakat Minang untuk ikut berjuang menghentikan penyebaran Covid-19. Caranya dengan tidak mudik atau menunda mudik ke kampung tahun ini," imbau Fadli.

Sayangkan Sikap Pemerintah

Selaku anggota DPR, Fadli Zon menyayangkan sikap pemerintah yang tidak punya sikap tegas untuk pelarangan mudik. 

"Saya heran, kenapa sejauh ini pemerintah masih tarik ulur isu mudik ini. Masyarakat dibuat bingung oleh berbagai pernyataan yang saling bertentangan soal mudik oleh pejabat-pejabat pemerintah pusat," kata Fadli.

Fadli mengakui mudik saat menjelang lebaran memang telah menjadi tradisi turun-temurun. Tiap tahun, lebih dari 19 juta orang pulang kembali ke kampung halaman. Jumlah pemudik jauh lebih kolosal, dibanding peserta ibadah haji yang diikuti total 2,4 juta orang. 

Meskipun sudah menjadi tradisi, mudik bukanlah ibadah yang wajib dilakukan. Dan sementara ibadah-ibadah keagamaan wajib saja sudah menyesuaikan diri dengan kondisi kedaruratan, mestinya soal mudik ini lebih mudah dibatasi dan dikontrol Pemerintah. 

Bahkan kata Fadli, Sekjen MUI sudah mengeluarkan pernyataan lebih tegas, mudik tahun ini di tengah pandemi adalah haram. Sejumlah MUI daerah juga sudah mengeluarkan fatwa larangan mudik. 

Demikian juga Muhammadiyah telah mengumumkan kalau tak mudik adalah sebentuk jihad kemanusiaan. Artinya, lembaga-lembaga keagamaan sebenarnya sudah satu suara menanggapi kondisi darurat ini. 

Otoritas keagamaan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, sudah melahirkan sejumlah fatwa tegas melarang atau membatasi ibadah-ibadah keagamaan yang diikuti jamaah dalam jumlah besar, namun larangan serupa belum dilakukan pemerintah.

"Agak aneh, malah pemerintah tidak tegas dan terkesan menunda-nunda dan mengambangkan isu ini. Pemerintah terkesan seperti enggan kehilangan muka dan popularitas jika mengambil keputusan tidak populer ini," kata politikus Gerindra itu.

Jika tidak ada sikap tegas pelarangan mudik dari pemerintah, dia mengkhawatirkan status PSBB di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) tidak akan banyak artinya dalam memutus rantai penyebaran virus corona.

"Kita tak bisa membayangkan apa jadinya kalau terjadi ledakan jumlah orang terpapar Covid-19 di daerah-daerah. Mengingat kualitas fasilitas kesehatan di daerah belum sebaik di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya," kata Fadli Zon.(*)

Reporter : Syafril Amir /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]