Penggunaan Ventilator Bahaya untuk Pasien COVID-19, Ini Alasannya!


Kamis, 16 April 2020 - 11:22:54 WIB
Penggunaan Ventilator Bahaya untuk Pasien COVID-19, Ini Alasannya! Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Penanganan COVID-19 memang harus dilakukan secara komprehensif. Tidak bisa hanya mengandalkan satu dokter spesialis saja, melainkan banyak dokter dan ahli lainnya.

Terlebih, ketika pasien COVID-19 datang dengan penyakit penyerta yang memperburuk kondisinya. Tentu, tidak hanya bisa menggunakan obat-obatan saja, tetapi harus ada tata laksana penggunaan alat medis. Salah satu yang banyak digunakan adalah ventilator.

Ventilator merupakan mesin yang digunakan untuk membawa oksigen ke paru-paru pasien. Alat ini biasanya digunakan untuk pasien dengan kondisi penyakit pernapasan yang sangat parah.

Tapi, fakta menjelaskan bahwa ventilator malah menjadi bumerang kematian pasien COVID-19. Di Amerika, 80% pasien positif corona tewas akibat mendapat perawatan dengan alat ini.

Karena itu, dokter pun menyarankan untuk tidak menggunakan ventilator sebagai upaya mempercepat penyembuhan pasien COVID-19. Seperti dikatakan Tiffany Osborn, spesialis perawatan kritis dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington, ventilator sebenarnya dapat merusak paru-paru pasien.

"Penggunaan ventilator untuk pasien COVID-19 malah dapat merusak paru-paru, ini berdasar dari berapa banyak tekanan yang dibutuhkan untuk membantu oksigen diproses oleh paru-paru," katanya, menurut laporan Business Insider.

Lebih lanjut, dr Negin Hajizadeh, seorang dokter perawatan kritis paru di Hofstra/Northwell School of Medicine New York, menuturkan, ventilator memang baik untuk pasien pneumonia tapi tak cocok untuk pasien COVID-19.

Fakta di rumah sakitnya menjelaskan pasien COVID-19 yang menggunakan ventilator belum pulih hingga sekarang. Bahkan, karena penggunaan ventilator, banyak terjadi kerusakan pada paru-paru pasien.

"Jadi, karena penggunaan ventilator, muncul cairan dan sitokin kimia beracun lainnya di paru-paru. Kami bisa katakan, terjadi kerusakan luar biasa di jaringan paru-paru pasien," tegasnya.

Pernyataan tegas lainnya diterangkan Dr Eddy Fan, seorang ahli perawatan pernapasan di Rumah Sakit Umum Toronto, menurutnya ventilator ini berbahaya. "Penggunaan ventilasi mekanis seperti ini benar-benar tak ramah untuk pasien COVID-19," ungkapnya pada The Associated Press (AP).

"Salah satu temuan paling penting dalam beberapa dekade terakhir adalah ventilator dapat memperburuk cedera paru-paru, jadi harus hari-hati dalam menggunakannya," tambah dr Eddy.(*)

 Sumber : okezone /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]