Dedi Fatria Surati Gubernur, Sudah 5 Kali Lebaran Guru SLB Non PNS di Sumbar Tak Dapat Insentif dan THR dari Pemerintah


Kamis, 16 April 2020 - 11:40:43 WIB
Dedi Fatria Surati Gubernur, Sudah 5 Kali Lebaran Guru SLB Non PNS di Sumbar Tak Dapat Insentif dan THR dari Pemerintah Dedi Fatria

HARIANHALUAN.COM, PADANG-Nasib pedih kian dirasakan para Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berstatus non PNS di Sumbar, terlebih disaat bertambah beratnya dampak ekonomi pandemi yang terus meluas ini.

Dedi Fatria, S.H aktivis  Pembela, Perlindungan dan Pemenuhan Hak Disabilitas  yang juga Anggota DPRD Bukittinggi dari farksi PPP menyatakan, sudah lima tahun atau  lima kali Lebaran para guru SLB non PNS tidak lagi pernah menerima uang insentif  dan Tunjangan Hari Raya (THR) dari pemerintah.

"Memasuki  bulan Ramadhan dan lebaran mendatang,  kondisi  mereka  tentu semakin memprihatinkan. Terlebih sebagai bagian dari masyarakat yang terdampak dari pandemi Covid-19, mereka juga harus tetap  dirumah saja, tidak dapat mencari nafkah tambahan diluar," jelas Dedi Fatria dalam keterangannya kepada harianhaluan.com (Haluan Media Group), Kamis (16/4/2020).  

 Melalui surat terbuka  yang ditujukan kepada Gubernur Provinsi Sumatera Barat, pihaknya berharap kepedulian Gubernur, DPRD Prov Sumbar, dan semua pihak akan nasib guru SLB Non PNS. Berikut petikannya:

⦁    Bahwa sejak keluarnya UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah yang menyebabkan beralihnya kewenangan Pengelolaan Sekolah Luar Biasa dari pemerintah kabupaten/Kota kepada pemerintah provinsi
⦁    Bahwa sebelum keluarnya UU Nomor 23 Tahun 2014 tersebut seluruh guru di Sekolah Luar Biasa Non PNS yang berada dibawah naungan yayasan menerima insentif Rp.350.000,./ Bulan yang diterima sekali enam bulan juga menerima  Tunjangan Hari Raya sebanyak Rp.800.000,. dari Pemerintah Kota Bukittinggi yang dihimpun oleh IGHI Kota Bukittinggi dan sejak saat dikeluarkannya undang-undang tersebut Pemerintah Provinsi Sumatera Barat guru-guru tidak lagi menerima kedua hal tersebut
⦁    Bahwa saat ini sejak Covid-19 semua aktifitas pembelajaran mengunakan sistem online, yang mana hal tersebut sangat tidak efektif diterapkan dalam sistem pengajaran di sekolah luar biasa, yang tentunya sangat berpengaruh kepada penghasilan guru-guru disekolah yang selama sangat ditentukan oleh kehadiran siswa dan jumlah mengajar
⦁    Kami dari pihak yayasan sudah berupaya untuk tetap membayar gaji guru dengan semampu kami, namun tentu hal tersebut tidak dapat kami penuhi dengan maksimal untuk beberapa bulan kedepan termasuk pembayaran Tunjangan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dan juga kami tidak dapat memaksakan wali murid untuk membayar biaya sekolah seperti biasa dan bahkan untuk saat ini tidak sampai dua puluh persen wali murid yang sangup memenuhinya itupun sudah kami berlakukan pemotongan kepada wali murid. 
⦁    Di Kota Bukittinggi saja terdapat tujuh SLB, satu sekolah negeri, enam sekolah swasta, dengan total jumlah siswa 462 orang jumlah guru PNS 34 orang sementara Non PNS 82 orang
⦁    Oleh sebab itu kami mohon kepada Bapak Gubernur untuk dapat memberikan perhatian kepada seluruh guru-guru dari Sekolah Luar biasa yang berstatus Sekolah Swasta/Guru Non PNS yang saat ini jumlahnya lebih dari seratus sekolah di Provinsi Sumatera Barat 
⦁    Adapun harapan kami dengan pergeseran APBD Provinsi Sumatera Barat dikarenakan Covid-19 ini Bapak dapat menyisihkan sedikit dana untuk Tunjangan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dan memberikan bantuan lainnya disebakan Covid-19 ini. (*)

/ Editor : Dodi

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]