Daftar Penerima Bantuan, Pengemudi dan Opang 'Serbu' Satlantas Pasaman


Kamis, 16 April 2020 - 12:45:58 WIB
Daftar Penerima Bantuan, Pengemudi dan Opang 'Serbu' Satlantas Pasaman Petugas pendaftaran calon penerima bantuan langsung tunai di Markas Satlantas Polres Pasaman, saat menerima berkas persyaratan salah seorang tukang ojek pangkalan di Lubuksikaping, Kamis(16/4). Foto dok Harianhaluan.com

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Seratusan orang lebih masyarakat pengemudi angkutan umum dan tukang ojek pangkalan (Opang) terdampak penanganan wabah Covid-19, terpantau memadati posko pendaftaran penerima bantuan langsung tunai dari pemerintah di Markas Satuan Lalulintas Kepolisian Resor Pasaman, Kamis (16/4/2020).

"Pendaftaran dibuka sampai memenuhi kuota 400 orang, sebelum diberikan bantuan langsung tunai via Bank Rakyat Indonesia, seluruhnya akan diberi pelatihan yang dijadwalkan akan berlangsung mulai hari ini," kata petugas penerima pendaftaran sekaligus Kanit Dikyasa Satlantas Polres setempat, Bripka Joko Sulistio, di Lubuksikaping.

Pada saat pendaftaran, lanjutnya, bagi calon peserta yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai jenis angkutan umum yang dikemudikannya, tidak bisa diakomodir sampai ada keputusan lebih lanjut.

Dan untuk pengendara Opang, jika belum memiliki SIM maka diwajibkan untuk mengurusnya langsung di bagian pelayanan SIM Satlantas Polres Pasaman.

"Kami berharap seluruh proses dapat berjalan lancar sesuai prosedur dan standar operasional yang ditetapkan dalam kegiatan ini," harapnya.

Sementara itu, salah seorang pengendara Opang Lubuksikaping, Joni Iskandar ( 38) mengaku sangat bersyukur dan gembira dengan program yang digagas Presiden Joko Widodo beserta institusi dan kementerian terkait lainnya.

"Pendapatan kami jauh menurun sejak diberlakukannya pembatasan sosial dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19," sebutnya.

Ditambahkan salah seorang sopir angkutan umum Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), Juneidi (41), mengungkapkan sejak pemberlakuan pembatasan sosial tersebut, tak jarang ia bersama rekan pengemudi lainnya harus menutupi biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) agar angkutan yang dikemudikannya bisa terus beroperasi.

"Kami tidak punya pekerjaan dan keahlian lain, meskipun sudah seperti berjudi dan bertaruh dengan nasib kami dituntut terus bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga," ungkapnya.

Ia berharap, situasi seperti ini segera berlalu dan bantuan yang akan diterima bisa segera direalisasikan agar tidak menimbulkan kerawanan baru karena mendesaknya kebutuhan ekonomi masyarakat.

"Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu dan peduli dengan nasib kami, semoga ini semua dapat menjadi amal ibadah bagi kita semua," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, masuk dalam kategori profesi yang turut terdampak wabah Covid-19, para sopir angkutan umum dan tukang ojek pangkalan di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, akan diberikan bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan selama 3 bulan untuk setiap orangnya.

"Bantuan tersebut merupakan kebijakan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang disandingkan dengan pelaksanaan giat Operasi Keselamatan Lalulintas 2020, dengan Korlantas Mabes Polri sebagai pengendali program yang juga melibatkan jajaran satuan lalu lintas Kepolisian Resor (Polres) Pasaman," ungkap kasat lantas polres setempat, AKP Bezaliel Mendrofa, di Lubuksikaping, Rabu (15/4/2020). (*)

Reporter : Rully Firmansyah | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]