Dijanjikan Dapat BLT, Ratusan Sopir dan Opang Geruduk Satlantas Polres Pasaman


Kamis, 16 April 2020 - 16:48:24 WIB
Dijanjikan Dapat BLT, Ratusan Sopir dan Opang Geruduk Satlantas Polres Pasaman Kasatlantas AKP Bezaliel Mendrofa, SH saat memaparkan tahapan bagi sopir dan opang dapat BLT.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Ratusan pengemudi angkutan umum dan tukang ojek di Kabupaten Pasaman menyerbu kantor Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Pasaman, di Jalan Jend Sudirman, Lubuksikaping, Kamis (16/4/2020). Suasana tidak biasa ini sempat membuat warga sekitar was-was.

Usut punya usut, kedatangan ratusan pengemudi angkutan umum, truk dan Opang itu untuk mendaftar sebagai calon penerima bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu dari pemerintah pusat.

Bantuan sosial ini juga sebagai insentif dari pemerintah terhadap pekerja informal harian ini, karena mereka merupakan salah satu kelompok masyarakat yang paling terdampak akibat penerapan sejumlah kebijakan penanggulangan virus corona (Covid-19).

Menurut salah seorang pengemudi, Junaidi (47), ia bersama rekan-rekannya seprofesi mendatangi kantor Satlantas tersebut untuk mendaftar sebagai calon penerima bantuan sosial (Bansos) BLT dari pemerintah pusat, lewat Satlantas sebagai koordinatornya.

"Saya sudah sebulan lima belas hari, tidak bekerja, efek Covid-19. Bus jurusan Duokoto-Padang yang sehari-hari saya bawa, kinu sudah berhenti beroperasi. Bus itu terpaksa dikandangkan oleh majikan," tukasnya.

Akibatnya, penghasilan tetapnya sebagai sopir pun lenyap sudah. Untuk menghidupi kebutuhan keluarganya sehari-hari ia pun harus banting setir menjadi petani serabutan di kampungnya.

"Biasanya, kalau narik penghasilan bersih bisa mencapai Rp500 ribu per hari. Namun, efek Covid-19, penghasilan itu hilang karena warga enggan bepergian," ungkapnya.

Adanya rencana pemerintah memberikan insentif berupa BLT akibat pandemi Covid-19 kepada pekerja informal harian seperti dirinya dan rekan seprofesinya sangat disambut positif oleh Junaidi. Menurutnya kebijakan itu sudah tepat dan pro rakyat.

"Alhamdulillah, program pemerintah ini sangat membantu kami para sopir yang sangat terdampak. Informasi ini saya dapat dari sesama rekan lainnya. Mereka dihubungi oleh Bapak-Bapak dari Satlantas semalam," imbuhnya.

Hal senada juga dicurahkan oleh Amran (56) tukang ojek di Lubuksikaping. Ia mengatakan, sejak pandemi Corona pendapatannya menurun drastis. Biasanya, dalam sehari ia bisa menghasilkan uang berkisar Rp150-Rp200 ribu per hari.

"Namun kini uang sebanyak itu sudah didapat. Alih-alih mau bawa pulang ke rumah, buat ngisi bensin motor saja susah," ungkapnya.

Kasatlantas Polres Pasaman, AKP Bezaliel Mendrofa mengatakan, sekitar 400 sopir angkutan umum dan tukang ojek di daerah itu akan menerima dana berupa bantuan langsung tunai (BLT), sebesar Rp600 ribu, selama tiga bulan serta pelatihan.

"Setiap bulan, selama tiga bulan mereka akan diberi insentif sebesar Rp600 ribu. Syaratnya, mereka harus ikut pelatihan," katanya. (*)

Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]