Desa Spanyol Ini Kebanjiran Pesanan Peti Mati karena Pandemi Virus Corona


Kamis, 16 April 2020 - 18:24:32 WIB
Desa Spanyol Ini Kebanjiran Pesanan Peti Mati karena Pandemi Virus Corona Salah satu peti mati yang dibuat di desa Pinor, Spanyol (AFP/MIGUEL RIOPA)

MADRID, HARIANHALUAN.COM - Desa Pinor merupakan sebuah desa kecil dan terpencil di Spanyol yang warganya memiliki keterampilan dalam membuat peti mati. Dengan jumlah korban meninggal akibat virus Corona (COVID-19) di Spanyol terus bertambah, desa ini kebanjiran pesanan peti mati.
Seperti dilansir AFP, Kamis (16/4/2020), Spanyol menjadi salah satu negara yang terdampak parah virus Corona. Lebih dari 18.800 orang telah meninggal dunia akibat virus ini hanya dalam waktu dua bulan. Total kasus infeksi virus Corona di Spanyol kini melebihi 180 ribu kasus.

Pandemi virus Corona yang merajalela membuat permintaan peti mati di desa Pinor melonjak drastis. Desa yang berpenduduk sekitar 1.000 orang ini memiliki sembilan workshop peti mati.

Baca Juga : Milisi Etnis Serang Polisi Myanmar, 10 Orang Dilaporkan Tewas

"Sejak krisis dimulai, kami melihat permintaan berlipat ganda dari jumlah biasanya," sebut Wali Kota setempat, Jose Luis Gonzalez, kepada AFP.

Gonzalez yang juga mendapatkan warisan bisnis peti mati dari ayahnya, menyebut bahwa para pekerja kini harus memproduksi sekitar 400 peti mati per bulan. Padahal biasanya mereka hanya memproduksi setengah dari jumlah tersebut, setiap bulannya.

Baca Juga : Xi Jinping Hukum Perusahaan Jack Ma Rp 41 T, Ternyata Ini Alasannya

Dengan jumlah korban meninggal semakin bertambah, industri pemakaman juga berada di bawah tekanan karena impor peti mati dari China 'tidak lagi datang'. Beberapa waktu terakhir, para pembuat peti mati di desa Pinor menerima pesanan dari berbagai wilayah Spanyol. Pesanan membanjiri desa ini setelah pemberlakuan lockdown pada 14 Maret, yang sempat memicu kekhawatiran soal kekurangan peti mati.

Demi memenuhi tingginya permintaan, para pembuat peti mati di desa Pinor harus mempercepat pengerjaan dan menyederhanakan cara kerja mereka. Diketahui bahwa desa Pinor dikenal dengan bentuk peti mati yang unik dan berbeda dari peti mati pada umumnya.

Baca Juga : Kenapa Xi Jinping Setop Pendaftaran Sekolah Bisnis Jack Ma?

"Kami bekerja selama berjam-jam dan kualitas peti matinya lebih standar," tutur Gonzalez, menjelaskan bahwa peti mati yang diproduksi desa Pinor kali ini hanya model yang dipernis polos tanpa hiasan marmer atau kaca seperti biasanya.

Lebih lanjut, Gonzalez menjelaskan alasan desa Pinor yang merupakan desa kecil namun sangat dikenal dengan peti matinya. Jawabannya adalah banyaknya pohon pinus yang tumbuh di area desa tersebut.

Baca Juga : Daftar 10 Orang Terkaya di AS, Jeff Bezos Vs Elon Musk Bersaing Ketat

"Ini tempat yang baik untuk membuat peti mati karena Anda memiliki semua bahan utama di area ini," tuturnya.

Hingga kini, belum ada kasus virus Corona di desa Pinor. Gonzalez dan timnya berusaha keras memantau kondisi setiap warganya. "Saya menelepon tetangga saya dan warga lansia hampir setiap hari. Semua orang punya nomor telepon saya," tandasnya. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]