Kabar Baik! WHO Umumkan Uji Coba Tiga Vaksin Corona, 70 dalam Pengembangan


Jumat, 17 April 2020 - 07:46:40 WIB
Kabar Baik! WHO Umumkan Uji Coba Tiga Vaksin Corona, 70 dalam Pengembangan ilustrasi wabah corona

INTERNASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan tiga vaksin virus corona atau COVID-19 telah masuk tahap uji coba klinis. Selain itu, kata Direktur Jenderal WHO dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, lebih dari 70 vaksin saat ini sedang dalam pengembangan. Vaksin COVID-19 saat ini sedang ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat dunia untuk mengembalikan kehidupan kembali menjadi normal. 

Pasalnya, pandemi COVID-19 telah membuat kehidupan berbeda. Kebanyakan warga dunia bahkan berada dalam kondisi lockdown oleh kebijakan negaranya masing-masing. "Kami bekerja sama dengan sejumlah mitra untuk mempercepat pengembangan, produksi dan distribusi vaksin," kata Ghebreyesus seperti disiarkan laman resmi WHO yang dipantau pada Jumat (17/4/2020).

Baca Juga : AS dan Rusia Makin Panas, Biden Peringatkan Putin Soal Navalny

Berbagai negara dan perusahaan saat ini tengah berburu mengembangkan vaksin virus corona atau COVID-19. Salah satu pihak yang getol mengembangkan COVID-19 adalah Bill Gates. Dia mendanai berbagai perusahaan untuk menemukan obat COVID-19. Bill Gates memprediksi perawatan terapi untuk penderita corona akan mulai tersedia dalam enam bulan. 

Tapi, dibutuhkan waktu sedikitnya 18 bulan untuk mengembangkan vaksin aman dan efektif mencegah COVID-19. "Ada pendekatan bernama vaksin RNA di mana pihak seperti Moderna, CureVac dan lainnya menggunakannya, yang pada tahun 2015 kami identifikasi sangat menjanjikan untuk pandemi ataupun aplikasi lainnya," kata Bill Gates.

Baca Juga : Kasus Positif dan Kematian Covid-19 di Pakistan Tembus Rekor

WHO tengah menguji coba sejumlah obat yang diyakini dapat menyembuhkan pasien COVID-19. Namun sampai hari ini, belum ada kesimpulan pasti yang menerangkan keampuhan obat karena proses uji coba masih berjalan. Lebih dari 90 negara bergabung atau menyampaikan minatnya bergabung dengan Solidarity Trial, dan lebih dari 900 pasien ikut serta dalam uji coba tersebut.

Sejumlah obat yang diuji coba, di antaranya Remdesivir; Lopinavir/Ritonavir; Lopinavir/Ritonavir dengan Interferon beta-1a; dan Chloroquine atau Hydroxychloroquine (obat anti-malaria), demikian keterangan WHO dalam laman resminya. Sejumlah ahli kesehatan WHO tengah menyusun strategi penggunaan ventilator atau alat bantu pernapasan guna mengatasi persediaan alat yang tidak sebanding dengan jumlah pasien.

Baca Juga : Perawat Florida Terancam Bui 5 Tahun, Usai Ancam Bunuh Kamala Harris

"Penting karena langkah itu dapat menyelamatkan nyawa pasien," terang direktur jenderal WHO itu.

Di samping Solidarity Trial, WHO juga meluncurkan program Solidarity Flight yang bertujuan mengirim perlengkapan medis ke 95 negara. Program itu turut bekerja sama dengan misi yang diemban oleh lembaga PBB lainnya, antara lain Program Pangan Dunia (WFP), Dana untuk Anak-Anak PBB (UNICEF), Dana Global (The Global Fund), dan Departemen Dukungan Operasional PBB.

Baca Juga : Ikuti Langkah AS, Giliran Ceko Usir 18 Diplomat Rusia

WHO telah menghimpun dana Solidarity Response Fund​​​​​​​ hampir 150 juta dolar AS (sekitar Rp2,35 triliun) yang akan digunakan membantu penanggulangan COVID-19. Donasi itu diperoleh dari 240.000 individu dan lembaga dari berbagai negara di dunia. Demi meningkatkan jumlah dana, WHO bersama sejumlah penyanyi akan menggelar acara konser amal dari rumah pada Sabtu minggu ini. (*)

Editor : Agoes Embun | Sumber : Haluan Media Group
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]