Pulang dari Rantau, Seorang Pemuda di Pasaman Pilih Mengisolasi Diri di Rumah Sawah


Jumat, 17 April 2020 - 12:13:01 WIB
Pulang dari Rantau, Seorang Pemuda di Pasaman Pilih Mengisolasi Diri di Rumah Sawah Kondisi rumah sawah tempat Yogi Arman (24), salah seorang perantau dari Bogor, mengisolasi diri selama 14 hari, mencegah penyebaran Covid-19.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Takut keluarganya terpapar virus corona (Covid-19), seorang pemuda bernama Yogi Arman (24), di Tanjung Aro, Nagari Bahagia, Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman, memilih mengisolasi diri di sebuah rumah sawah.

Upaya itu terpaksa dia lakukan untuk mencegah penularan virus Corona atau Covid-19 kepada keluarganya dan warga sekitar. Sebab, pria lulusan Manajemen Industri, di Institut Pertanian Bogor (IPB) ini baru saja pulang dari Bogor, Jawa Barat. Salah satu wilayah zona merah penyebaran Covid-19 di tanah air. 

Baca Juga : Mantan Wagub Sumbar Bangun Rumah Gadang Malintang Panai

"Saya baru saja pulang dari Bogor, pada 13 April 2020. Saya langsung isolasi mandiri, tidak ketemu dulu dengan orang tua dan keluarga lainnya. Begitu turun dari mobil, saya langsung menuju tempat isolasi yang sudah saya minta jauh-jauh hari disediakan oleh keluarga. Ini hari keempat,"  ujar Yogi saat dihubungi Haluan Media Group (HMG), Jumat (17/4).

Menurut Yogi, permintaannya untuk mengisolasi diri di salah satu tempat dan bukan dirumahnya langsung disanggupi oleh keluarganya. Dengan menyediakan rumah sawah sebagai tempat untuknya melakukan isolasi mandiri hingga 14 hari ke depan. 

Baca Juga : BMKG Sampaikan Kisaran Ketinggian Hilal Jelang Penetapan Ramadan, Sumbar 3,66 Derajat

"Sampai di bandara, saya langsung mandi dan berganti pakaian. Pakaian lama saya bungkus menggunakan kantong plastik. Sampai di rumah, saya gak ada salam-salaman dengan keluarga dan orang tua. Saya langsung saja menuju tempat isolasi," katanya. 

Upaya tersebut, kata dia, terpaksa ia lakukan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) terhadap keluarganya dan orang lain. Meksipun kondisinya sehat, tapi ia khawatir jadi carrier (menularkan) virus kepada orang lain. 

Baca Juga : Waspada! Gelombang Tinggi di Mentawai Bisa Mencapai 5 Meter

"Saya takut, jika ini tidak saya lakukan ortu dan anggota keluarga lainnya bisa terjangkit virus. Karena kontak langsung tidak bisa dihindari. Saya kan ndak tau terbebas dari virus ini atau bukan. Bisa-bisa saya bawa virus ini saat di perjalanan lalu menularkan virus ke mereka. Itu kan bahaya," katanya. 

Selama empat hari mengisolasi diri, Yogi mengakui dalam kondisi sehat. Selama itu pula, kata dia, ia belum sekalipun melakukan kontak langsung dengan orang lain, termasuk dengan orang tuanya sendiri. Rasa rindu yang sudah dipendam lama dirantau untuk sementara ia tahan dulu sampai masa karantina dirinya selesai. 

Baca Juga : Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Painan, Also: Inilah Pemersatu Bangsa Kita

"Betul, kangen orang tua itu harus saya pendam dulu bang. Maklum, sudah setahun lebih tidak ketemu, kangen itu pastilah. Tapi, saya harus sabar dululah," ujarnya. 

Yogi menambahkan, empat hari mengisolasi diri semua kebutuhannya dipasok oleh keluarganya di rumah. Bahkan, tempat makan dan minumnya menggunakan wadah plastik sekali pakai sesuai protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona. 

"Pagi diantarin makan, siang, malam diantarin makan. Tapi Itu menggunakan wadah plastik sekali pakai. Ini antisipasi dari keluarga untuk mencegah penularan Covid-19," katanya. 

Yogi menjelaskan, kondisi rumah sawah tempat ia mengisolasi diri itu berupa bangunan semi permanen, berukuran 4 x 8 meter. Lokasinya jauh dari permukiman penduduk, berjarak lebih kurang 300 meter. 

Menurut dia, Pemkab Pasaman, menurut dia, masih lemah dan lamban dalam menghadapi pandemi Corona. Tidak semua pintu masuk dilakukan pengawasan terhadap lalu lintas orang. Kesadaran masyarakat dalam mematuhi anjuran pemerintah juga masih rendah. 

"Bukan buat ngejelekin yah, bukan pula untuk ngeburukin, tapi saya lihat Pemkab Pasaman terlihat lamban kinerjanya dalam mengatasi pandemi ini. Tidak seperti di daerah lain. Setiap pintu ke luar dan masuk, dilakukan pengecekan terhadap orang," katanya. 

Bagi warga Pasaman yang baru pulang dari perantauan, terkhusus dari kawasan zona merah, ia berharap mengikuti caranya dengan mengisolasi diri, guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Pakai masker, saat beraktivitas di luar rumah, menjauhi kerumunan dan jaga jarak. 

"Jangan lupa konsumsi banyak vitamin, banyak makan buah dan sayur agar imun tubuh kita kuat, sehingga tidak mudah tertular virus corona ini," pungkasnya. (*)

Reporter : Yudi Lubis | Editor : Nova Anggraini
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]