Indonesia Tak Siap Lawan Corona, Sulfikar Amir: Jokowi Tak Mau Singgung Perasaan Beijing


Jumat, 17 April 2020 - 12:23:39 WIB
Indonesia Tak Siap Lawan Corona, Sulfikar Amir: Jokowi Tak Mau Singgung Perasaan Beijing Sosiolog NTU Singapura, Sulfikar Amir

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Penyebaran virus corona di Indonesia semakin luas sehingga banyak pemerintah daerah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Hal tersebut dilakukan untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. Banyaknya data kasus terinfeksi corona di Indonesia menurut beberapa pihak banyak data yang ditutup-tutupi pemerintah. 

Sosiolog NTU Singapura, Sulfikar Amir menyebutkan bahwa hal tersebut tak lepas dari beberapa alasan. "Public health kita banyak dan sekarang mereka ribut mengenai kelambanan pemerintah merespon. Ini ada alasannya ketergantungan Indonesia dengan China," sebutnya saat dikutip dari wawancara Chanel YouTube Total Politik, Jumat (17/4/2020).

Baca Juga : Menkes Ungkap Penyebab India Diterjang Tsunami Covid-19

Dia menilai keterlambatan respon pemerintahan Joko Widodo tidak terlepas dari kepentingan perorangan atau kelompok serta kepentingan presiden di periode keduanya. "Kelambatan Jokowi tidak lepas dari kepentingan dia itu untuk mewujudkan impian besar. Tujuan utamanya cuma satu ibukota baru. 

Ibukota baru tidak bisa dibangun tanpa duit dari luar, karena kemampuan kita cuma 20 hingga 30 persen duit dari luar dari China. Jadi Jokowi tidak mau menyinggung perasaan Beijing sehingga menutup diri dari China. Karena menutup diri sehingga membuat Indonesia seakan-akan menyepelekan virus yang berasal dari Negeri Tirai Bambu tersebut. Sulfikar berpendapat Indonesia mengira Covid-19 sama dengan SARS.

Baca Juga : Ini Sosok Jozeph Paul Zhang, Penista Islam

"Mereka mengira akan sama dengan SARS di Indonesia termasuk aman karena SARS mati di suhu panas di bulan Mei sudah hilang sendiri. Menkesnya juga sudah tidak kompeten kan, jadi double celaka kita," katanya sambil tertawa.

Sosiolog NTU Singapura tersebut melanjutkan Indonesia memiliki banyak proyek yang dikerjakan oleh China. Selain bekerjasama dalam hal teknologi Indonesia juga membutuhkan bantuan China dalam hal keuangan. "Indonesia punya banyak proyek yang dikerjakan oleh China dan duitnya dari sana. Di dalam kontrak itu disebutkan bahwa duit ini akan diberikan dengan catatan 10 ribu tenaga kerja datang dari Tiongkok. Jadi ga bisa dihindari," ujarnya. (*)

Baca Juga : Ketua DPD RI Minta Pemerintah Tegur TikTok, Ada Apa?

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]