Halo Pak Luhut, Bapak Ditunggu Bang Anies Nih...


Jumat, 17 April 2020 - 12:48:53 WIB
Halo Pak Luhut, Bapak Ditunggu Bang Anies Nih... Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan Menteri Perhubungan Ad interim Luhut Binsar Pandjaitan untuk memberhentikan operasional kereta listrik atau KRL Jabodetabek selama wabah virus corona atau Covid-19.

Diketahui, Jabodetabek akan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai 18 April besok.
 
“Saya dua hari yang lalu mengusulkan kepada Menteri Perhubungan agar operasi kereta komuter dihentikan dulu selama PSBB berlangsung,” katanya Anies, Kamis (16/4/2020).

Baca Juga : Inilah Jam Kerja ASN pada Bulan Ramadan 1442 Hijriah

Lanjutnya, ia mengatakan pihak Kementerian Perhubungan saat ini tengah membahas terkait usulan tersebut. Sambungnya, ada kemungkinan penghentian operasi KRL disetujui jika bantuan sosial telah diberikan.

“Mereka sedang membahas dan menurut jawaban yang diterima jika nanti bantuan sosial sudah berhasil diturunkan maka pembatasan operasi akan dilakukan,” ujar dia.

Baca Juga : Gawat! Ada 22.000 Senjata Api Dimiliki Warga Sipil di Daerah Ini

Selain itu, ia memastikan pihaknya telah mengurangi jam operasional maupun kapasitas penumpang di setiap kendaraan seperti menggunakan pintu masuk halte untuk mengontrol keadaan di dalam bus.

“Jam operasionalnya sudah dibatasi dan jumlah penumpangnya juga dikendalikan di pintu masuk halte maupun stasiun. Mereka diizinkan masuk bus jika masih ada ruang yang cukup begitu pula dengan kereta api,” jelasnya.

Baca Juga : Launching Polri TV dan Radio, Jenderal Listyo Sigit: Untuk Mengedukasi Masyarakat

Lebih lanjut, ia mengatakan pengguna kendaraan umum yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengalami penurunan yang signifikan yakni semenjak 1 April 2020 penumpang TransJakarta hanya menjadi 103 ribu orang per hari dan 91 ribu orang, Rabu (15/4).

Sambungnya, dalam kondisi normal ketika tak ada wabah COVID-19 penumpang TransJakarta bisa mencapai 950 ribu hingga 1 juta orang per hari sehingga artinya saat ini tinggal sekitar 9 persen saja.

Baca Juga : Airlangga Hartarto: Momentum Ramadan Penempaan Pemulihan dari Covid-19

“Semenjak 1 April 2020 tinggal 103 ribu, lalu hari ini atau kemarin tinggal 91 ribu penumpang artinya sudah tinggal 9 persen dari normalnya penumpang TransJakarta,” ujarnya.

Kemudian, hal yang sama juga berlaku pada MRT yakni biasanya penumpang mencapai 85 ribu sampai 100 ribu per hari dan kini rata-rata penumpang hanya lima ribu per hari atau tinggal lima persen saja. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : Warta Ekonomi
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]