Apa Itu Zoombombing yang Tebar Adegan Mesum di Diskusi Wantiknas


Jumat, 17 April 2020 - 13:15:20 WIB
Apa Itu Zoombombing yang Tebar Adegan Mesum di Diskusi Wantiknas Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Penggunaan Zoom semakin meningkat seiring berbagai kalangan memanfaatkan platform tersebut untuk menggelar pertemuan secara virtual. Eits hati-hati ya, jangan sampai kalian terkena zoombombing.

Seperti yang terjadi pada diskusi online Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas). Mulanya berjalan lancar, namun saat pemaparan narasumber, ada peserta yang berulah dan memunculkan adegan mesum.

Baca Juga : Ini Cara Sembunyikan Status WhatsApp agar Tidak Bisa Dilihat Orang yang Tidak Diinginkan

Sontak, para peserta diskusi Wantiknas edisi itu kaget dan tentunya keseriusan dalam mencerna materi dari narasumber langsung terganggu akibat zoom boombing.

Sebagai informasi, zoombombing adalah istilah yang merujuk pada serangan gangguan dari luar dengan membajak konferensi dengan mengirim gambar pornografi atau ujaran kebencian, bahkan ancaman. Kejadian tersebut tentunya bisa mengganggu kenyamanan berjalannya interaksi sosial online yang sedang dilakukan.

Baca Juga : GoPlay Fokus Kembangkan Live Stream Platform Tahun Ini

Salah satu hal yang memudahkan orang tidak bertanggung jawab untuk melakukan zoombombing adalah ID rapat online yang bisa diketahui dengan mudah. Untuk menyelesaikan masalah ini, Zoom memutuskan untuk menyembunyikan ID tersebut.

Sebagai pemilik platform, Zoom menyadari ada persoalan Zoom Bombing. Perusahaan yang dipimpin Eric S. Yuan ini menyembunyikan ID rapat Zoom yang tidak muncul lagi di bagian atas layar. ID yang tersembunyi tentu bisa melindungi peserta rapat dan menghindari munculnya orang tidak diundang di tengah-tengah diskusi.

Baca Juga : Begini Cara Mudah Agar WhatsApp Anda Tidak Bisa Dibajak

Akan tetapi, persoalan zoombombing masih bisa saja terjadi apabila ID dan password rapat online dan juga host yang tidak melakukan moderasi peserta rapatnya.

Seperti dikatakan pakar internet security dari Vaksincom Alfons Tanujaya, zoombombing dalam diskusi Wantiknas itu kemungkinan kecerobohan admin diskusi. Sebab Zoom telah memiliki fitur moderasi yang menyortir siapa yang bisa bergabung ke dalam video conference.

Baca Juga : Hati-hati Akun Anda Dicuri, Waspadai Pesan Teks WhatsApp Berikut Ini

"Adminnya harus aktif ngejagain siapa yang masuk. Kan sebelum masuk ada waiting room sebelum di-approved. Kemungkinan admin menyetujui siapapun yang mau masuk," kata Alfons.

"Jadi bisa jadi kesalahan admin. Tidak kenal orang asing kenapa diperbolehkan masuk. Adanya fitur waiting room kan bisa mengontrol siapa yang ikut. Bahkan Zoom bisa membatasi share screen," lanjutnya.

Direktur Eksekutif Wantiknas Gerry Firmansyah mengatakan, setiap peserta yang masuk akan mereka tampung dahulu di waiting room sebelum masuk acara, peserta yang di approved dapat masuk ke acara meeting tersebut.

Gerry juga mengatakan pihaknya sudah memanfaatkan fitur moderisasi di Zoom. Fitur ini diketahui host bisa mengatur siapa saja yang boleh mengikuti meeting virtual. Dengan kata lain, bila host tidak meng-approve, maka akun yang tidak diinginkan, tidak akan bergabung.

"Sepertinya ada peserta yang mendaftar menggunakan ID orang lain setelah di-approved, dan setelah acara berjalan merubah namanya kemudian melakukan gangguan. Kami sedang coba telusuri," pungkasnya.(*)

Editor : Nova Anggraini | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]