Hasil Survei Median: 54% Publik Lebih Pilih PSBB daripada Lockdown


Sabtu, 18 April 2020 - 10:43:18 WIB
Hasil Survei Median: 54% Publik Lebih Pilih PSBB daripada Lockdown Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Lembaga survei Median merilis hasil survei terkait persepsi publik atas pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan lockdown dalam penanganan wabah COVID-19. Hasilnya, mayoritas warga lebih memilih PSBB dibanding lockdown.

Hasil survei ini menunjukkan dinamika persepsi yang terjadi masa pengambilan data pada 6-13 April 2020. Responden dipilih secara acak dari survei nasional Median sebelumnya, yakni survei pada September 2018-Februari 2020. Saat itu ditemukan total 20.658 nomor telepon.

Baca Juga : Bekasi Dilanda Hujan Es, Sejumlah Pohon Tumbang

Dari total 20.658, diambil sampel 800 nomor telepon responden. Margin of error sebesar +/- 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Berdasarkan hasil survei, 54 persen publik memilih PSBB dan 35,3 persen memilih karantina total (lockdown). Sedangkan 10,7 persen tidak tahu/tidak menjawab.

Baca Juga : Nadiem Makarim Disorot, Nama Abdul Mu'ti Menguat

Sementara itu, 38,6 persen responden memilih PSBB untuk menjaga ekonomi dan masih bisa bekerja. Sebanyak 11,9 persen memilih PSBB karena anggaran pemerintah terbatas.

- Menjaga ekonomi dan masih bisa bekerja 38,6%
- Anggaran (dana) pemerintah terbatas 11,9%
- Cukup untuk mencegah penyebaran virus 9,9%
- Diam di rumah, membatasi aktivitas 4,5%
- Yang penting jaga jarak 3,5%
- Ikut pemimpin/pemerintah 3,5%
- Terbukti masih efektif di negara lain 1%

Baca Juga : Ramadhan Peduli, Ini Paket Menarik dan Spesial PLN untuk Pelanggan

Sedangkan 22,7 persen publik memilih lockdown untuk mencegah penyebaran virus. Sekitar 9,8 persen publik menanggap kebijakan lockdown efektif di negara lain.

- Mencegah penyebaran virus 22,7%
- Lebih efektif seperti di negara lain 9,8%
- Diam di rumah, membatasi aktivitas 8,3%
- Menjamin bantuan untuk masyarakat miskin 7,6%
- Kesehatan harus diprioritaskan 7,6%
- Pintu masuk Indonesia belum ditutup 6,8%
- Pandemi global perlu ditetapkan karantina wilayah 4,5%
- Korban semakin banyak 3%
- Ikut pemimpin/pemerintah 1,5%
- Lebih menjaga jarak 0,8%. (*)

Baca Juga : Tunda Bangun Smelter, PKS: Pemerintah Harus Tegas terhadap Freeport

Editor : Heldi Satria | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]