Sambut PSBB, Agam Siapkan Gerakan Hadang Corona Berbasis Nagari dan Kaum


Sabtu, 18 April 2020 - 16:09:23 WIB
Sambut PSBB, Agam Siapkan Gerakan Hadang Corona Berbasis Nagari dan Kaum Wali Nagari Pakan Sinayan saat membantu warga yang terdampak Covid-19.

AGAM, HARIANHALUAN.COM -- Disetujuinya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Sumatera Barat dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus, bakal dimaksimalkan oleh Pemkab Agam dengan fokus mendeteksi sekaligus mengendalikan pergerakan berskala lokal sehingga penyebaran Covid-19 bisa dicegah.

"Bila selama ini kita lebih banyak mengimbau dan bahkan mungkin membujuk masyarakat untuk melaksanakan jaga jarak sosial dan fisik, ke depan tentunya bisa lebih ketat dan tegas,” kata Bupati Agam Indra Catri saat dikonfirmasi, Sabtu (18/4/2020).

Menurutnya, penetapan keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia melalui Keputusan Nomor HK.01.07/MENKES/260/2020 tanggal 17 April 2020 tentang PSBB di Provinsi Sumatera Barat merupakan cara paling ampuh agar tidak ada lagi para pendatang yang mengantarkan dan tidak ada lagi warga yang menjemput Covid-19.

Dikatakannya, di Kabupaten Agam pihaknya terus mengencerkan itu gerakan “menghadang corona berbasis nagari dan kaum”. Sejauh ini sudah dijalankan, akan lebih disempurnakan dan diperkuat. Konsep ini sangat efektif dalam mencegah penyebaran virus dengan melibatkan unsur yang ada di nagari, mulai dari pemerintahannya ninik mamak, parik paga, sehingga pemantauan orang-orang di kampung bisa dideteksi dengan cepat.

Seperti di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, bahkan ninik mamak menyediakan rumah gadang sebagai tempat isolasi mandiri, bagi anak kemenakan yang pulang kampung dari daerah pemdemi. "Kami menyambut baik pembatasan sosial berskala besar di wilayah Provinsi Sumatera Barat. Berbekal Keputusan Menkes ini, tentunya kita lebih mudah mengawasi pendatang yang masuk ke wilayah Agam," jelasnya. 

Sementara itu Ketua Harian GTP2, H. M. Dt. Maruhun mengatakan, strategi yang sudah dilaksanakan sebulan terakhir sudah bisa menjamin pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terutama beras dan garam dan kebutuhan pokok lain,  selama pelaksanaan PSBB nantinya. Dikatakannya, paling tidak sampai awal Ramadhan tahun 1441 ini sekitar 70 persen dari keseluruhan Rumah Tangga di Agam sudah memiliki cadangan beras dan garam di rumahnya masing-masing. 

Terdiri dari rumah tangga yang dianggap mampu dan tidak dibantu 35 persen, rumah tangga yang terdaftar dalam DTKS 25 persen, dan 10 persen lagi rumah tangga yang dibantu melalui BAZ Sumbar, BAZ Agam. Dengan demikian 100 persen setiap rumah tangga di Agam sudah memiliki cadangan beras dan garam sebulan ke depan. (*)

Reporter : Rahmat Hidayat /  Editor : Agoes Embun

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]