Harga Terjun Bebas Rp 6.000 per Kilogram, Peternak Bagi-bagi Ayam Hidup


Sabtu, 18 April 2020 - 19:22:43 WIB
Harga Terjun Bebas Rp 6.000 per Kilogram, Peternak Bagi-bagi Ayam Hidup Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Wemmy Niamawati menindaklanjuti informasi terkait adanya peternak di Madiun yang membagikan ayam hidup ke masyarakat karena anjloknya harga ayam ras broiler sampai Rp 6000/kg. Informasi ini juga dipastikan langsung oleh petugas Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

"Pemerintah akan memfasilitasi pembelian ayam dari peternak terdampak COVID-19. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban peternak dari dampak COVID-19," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/4/2020).

Baca Juga : Dorong Generasi Muda untuk Optimis Finansial, PermataBank Serukan #CantStopME dengan PermataME

Wemmy menegaskan bahwa saat ini Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur terus berkoordinasi dengan Kementan dan pihak terkait untuk mengatasi permasalahan harga ayam hidup di peternak.

Untuk menurunnya harga jual di tingkat peternak, Kementan maupun Provinsi Jawa Timur melakukan berbagai terobosan, yaitu dengan memperkuat penjualan online dan bekerja sama dengan operator aplikasi penjualan online seperti tanihub, ataupun bermitra dengan perusahaan transportasi online.

Baca Juga : Hari Ketiga Puasa, Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Raya Padang Stabil

"Penyebab rendahnya harga ayam pedaging di tingkat peternak, akibat kelebihan pasokan karena menurunnya permintaan pasar terkait wabah COVID-19 ini," katanya.

Pasokan berlebih ini juga diperberat dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga terjadi kesulitan dalam distribusi ke Jabodetabek. Hal yang sama juga terjadi pada provinsi sentra ayam lainnya, seperti Jawa Barat, Banten dan Jawa Tengah.

Baca Juga : Impor Kurma Melejit hingga Rp239,4 Miliar untuk Kebutuhan Ramadan

Berdasarkan informasi petugas Pelayanan Informasi Pasar (PIP) di Madiun, harga ayam hidup adalah Rp. 10.000/kg di kandang peternak, sedangkan di konsumen sekitar Rp. 23.000/kg. Hal ini menunjukkan bahwa pedagang masih menerima margin keuntungan yang cukup besar.

Wemmy mengatakan pemerintah tidak akan tinggal diam. Segala upaya untuk menyelamatkan peternak kecil sedang dilakukan. "Saya mengimbau di masa pandemi COVID-19 ini, pedagang juga punya empati pada peternak. Belilah dengan harga yang layak. Jangan mengambil margin yang berlebihan," tegasnya.

Baca Juga : Nasabah Asuransi Ramai-ramai Ngadu ke OJK Gegara Empat Hal Ini

Dikabarkan salah satu pengusaha ayam potong Anugerah Farm Yusak Dwi P membagi-bagikan ayam di pasar Dungus, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, pada hari Kamis lalu. Wemmy mengatakan hal ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan atas menurunnya harga ayam.

"Info yang kami dapatkan, hal itu dilakukan sebagai ungkapan kekecewaan atas menurunnya harga ayam hidup broiler dan untuk mendapatkan perhatian Pemerintah," jelasnya.

Adapun informasi terkait populasi ayam ras pedaging di Jawa Timur per bulan April 2020 adalah 62.518.017 ekor, dan Kabupaten Madiun sebanyak 525.641 ekor (0.84% dari total populasi).

Berdasarkan Permendag Nomor 7 Tahun 2020 tentang harga acuan pembelian di tingkat petani dan harga acuan di tingkat konsumen, menyebutkan harga batas bawah pembelian daging ayam ras di tingkat peternak menjadi Rp. 19.000, dan harga batasnya Rp. 21.000 per Kg. Sehingga sepenuhnya terkait penetapan harga menjadi kewenangan Kementerian Perdagangan.(*)

Editor : Nova Anggraini | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]