Ditinjau Tim Monev, Masjid Tablighiyah Geregeh Dapat Bantuan Hibah Rp 2,7 Miliar


Sabtu, 18 April 2020 - 19:45:25 WIB
Ditinjau Tim Monev, Masjid Tablighiyah Geregeh Dapat Bantuan Hibah Rp 2,7   Miliar Tim Monev dana hibah Pemko Bukittinggi, foto bersama di depan bangunan masjid Tablighiyah Garegah yang sedang dibangun. Gatot

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM - Masjid Tablighiyah Garegeh, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, tahun ini kembali mendapatkan bantuan dana hibah sebesar Rp 2,7 miliar dari Pemko Bukittinggi, untuk kelanjutan pembangunan masjid tersebut.

Dana hibah tersebut berasal dari dari dana Pokir 3 orang anggota DPRD Bukittinggi periode 2014-2019 sebesar Rp1,7 miliar, atas nama Dedi Fatria sebesar Rp 800 juta, Jusra Adek Rp 750 juta, dan M. Nur Idris Rp 150 juta. 

Baca Juga : Antisipasi Curanmor saat Ramadan, Ini Imbauan Polda Sumbar

Sedangkan 1 Miliar lagi berasal dari bantuan Pemko Bukittinggi, berdasarkan permintan Walikota Ramlan Nurmatias saat berkunjung ke Masjid Tablighiyah Garegeh  beberapa waktu lalu.

“Tahun ini, Masjid Tablighiyah Garegeh mendapat bantuan hibah dari APBD Bukittinggi sebesar Rp 2,7 Miliar.

Baca Juga : Berkunjung ke Sumbar, Doni Monardo Minta Perantau Lebaran Virtual

Sehubungan akan dicairkannya dana hibah tersebut, maka kami dari Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) dana hibah untuk pembangunan Masjid Tablighiyah Garegeh, harus melakukan kroscek kelapangan terkait dengan pencairan dana hibah tersebut,” kata Kabag Kesra Sekdako Bukittinggi, Eryanson, ketika meninjau pembangunan Masjid Tablighiyah Garegeh, Sabtu (18/4).

Kehadiran Tim Monev di Majid Tablighiyah Garegeh,   dipimpin oleh Kabag Kesra Sekdako Bukittinggi Eryanson,  didampingi Kasubag Bina Sosial Lembaga Kemasyarakatan, Afrinal DT Maruhun, Kasubag Kesra dan Kemasyarakatan Jon Neri, dan dari Dinas PUPR yang diwakili Dedi Eriyanto.

Baca Juga : Pengurus DPD Ikadin Sumbar Dilantik, Siap Lahirkan Hotman Paris dari Minang

Tim Monev diterima  langsung oleh pengurus Masjid Tablighiyah Garegeh, H. Afdhal Tuanku Sampono selaku Ketua, M. Salim S.E  Sekretaris, Ibnu Abbas Bendahara, didampingi Dedi Fatria selaku ketua pembangunan masjid,  Sy DT Nan Ngamuak selaku pangka tuo Nagari Jorong Koto Selayan, dan A. Dt Malano Basa, selaku pangka tuo kampuang.

Dalam kesempatan itu Eryanson berharap agar dana hibah yang akan dicairkan itu nantinya dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk kelanjutan  pembangunan masjid. “Mari  kita peruntukan dana hibah dengan sebaik baiknya, dan sesuai aturan. Semoga pembangunan masjid yang kita cintai ini cepat selesai,” ujar Eryanson.

Baca Juga : Diburu Waktu, Wagub Sumbar Perintahkan Dinkes Kejar Target Vaksinasi Lansia

Ketua Pembangunan Masjid Dedi Fatria mengatakan, pembangunan Masjid Tablighiyah Garegeh diperkirakan membutuhkan biaya  sekitar Rp 33 miliar lebih. Hingga saat ini biaya pembangunannya sudah menelan angagran lebih kurang Rp 7 miliar, yang  berasal dari bantuan dan sumbangan dari masyarakat, donatur, dan kaum muslimin/muslimat.

“Kita berharap dana hibah tersebut cepat diturunkan sehingga target pengerjaan hingga akhir Desember 2020 dapat tercapai. Memang saat ini kita sangat membutuhkan biaya untuk kelanjutannya, baik itu untuk pembelian bahan bangunan maupun untuk upah pekerja, yang saat ini jumlah tukang yang bekerja sebanyak 50 orang,” ujar Dedi Fatria, yang juga merupakan anggota DPRD Bukitinggi periode 2019-2024.

Sementara itu Ketua Pengurus Masjid Tablighiyah Garegeh, Afdhal Tuanku Sampono, menyampaikan apresiasi dan  ucapan  terimakasih tidak terhingga kepada Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias,  yang telah memberikan perhatian penuh untuk pembangunan Masjid Tablighiyah Garegeh. 

Begitu juga kepada tiga orang anggota DPRD Kota Bukittinggi periode 2014-2019 yang telah menganggarkan dan Pokirnya untuk pembangunan masjid.

 

“Pembangunan Masjid Tablighiyah Garegeh sangat berarti bagi kita kaum muslimin dan muslimat di Kota Bukittinggi. Kita akan jadikan Masjid Tablighiyah Garegeh sebagai masjid yang paling representative, yang tidak hanya representative sebagai sarana ibadah tapi  juga untuk kegiatan syiar Islam lainnya,” ungkap Afdhal Tuanku Sampono, didampingi ninik mamak setempat.

Terpisah mantan anggota DPRD Bukittinggi 2014-2019, Jusra Adek berharap kepada Pemko Bukittinggi  untuk dapat  cepat melakukan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) oleh Badan Keuangan  Daerah, sehingga panitia pembangunan masjid dapat bekerja tepat waktu dengan anggaran yang ada. (*)

Reporter : Rudi Gatot | Editor : Nova Anggraini
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]