Geger ABG Sekap Balita di Pemalang dengan Mulut Dilakban


Ahad, 19 April 2020 - 10:55:34 WIB
Geger ABG Sekap Balita di Pemalang dengan Mulut Dilakban Tangkapan layar video saat pelaku penyekapan balita di Batang diamankan warga.

PEMALANG, HARIANHALUAN.COM - Kasus penyekapan balita oleh seorang remaja di Pemalang terungkap. Polisi masih menyelidiki kasus ini.
Kapolres Batang AKBP Abdul Waras mengungkap peristiwa itu terjadi di Desa Banaran, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Kamis (16/4). Abdul menyebut remaja tersebut berinisial NAF (15). NAF juga telah diamankan polisi.

Peristiwa itu bermula saat korban balita berpamitan kepada ibunya, R (42) untuk bermain di luar rumah. Kala itu korban bermain dengan membawa sebuah ponsel.

Baca Juga : Evakuasi Jenazah Dua Guru Korban Penembakan KKB Berhasil Dilaksanakan

Sekitar satu jam kemudian, R mencari keberadaan putrinya yang tak kunjung pulang. Bahkan R sempat menanyai NAF apakah melihat putrinya itu. Namun NAF menjawab tidak tahu. Pelaku bahkan pamit berpura-pura membantu mencari korban.

Namun, beberapa warga mengaku melihat korban masuk ke rumah pelaku. Ibu korban lalu masuk ke rumah NAF dan menemukan anaknya di dalam kolong tempat tidur kamar pelaku. Putrinya yang berusia balita itu dilakban di mulutnya.

Baca Juga : Sedang Marak! Modus Penipuan Atas Nama Tim Vaksin di WhatsApp

Melihat putrinya itu, ibu korban lalu pergi ke Balai Desa untuk meminta tolong. Warga desa langsung meminta keterangan pelaku, sementara korban dilarikan ke RS Kendal untuk diperiksa.

Kepada polisi, NAF mengakui perbuatannya berawal dari niat mencuri ponsel milik korban. NAF juga mengaku melakban mulut korban agar diam.

Baca Juga : 11 Orang Luka-luka dan 202 Bangunan Rusak Akibat Gempa Malang

"Pelaku sudah kita amankan dan mengakui atas perbuatanya. Saat ini masih dalam pemeriksaan petugas terkait indikasi lainnya," jelas Abdul.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebuah HP merek Vivo seri 1820 warna hitam merah, satu rol lakban warna coklat muda dan satu buah baju warna merah motif bunga. Abdul mengimbau agar orang tua tetap mengawasi anaknya saat bermain.

Baca Juga : Pemberantasan Prostitusi di Jondul Terbentur, DPRD: Tindak Oknum Petugas Pembekingnya!

"Dari persitiwa ini kita menghimbau pada para orangtua untuk senantiasa mengawasi anak-anaknya dalam bermain, lebih-lebih di luar rumah. Kita imbau juga untuk tidak memberi anak-anak barang berharga. Apalagi masih kecil. Rentan terjadi kejahatan pada anak yang bersangkutan," pesan Abdul.

Terkait kasus ini, sebuah video pelaku menangis minta ampun saat diamankan warga beredar di media sosial.

Dalam video yang berdurasi sekitar satu menit itu tampak seorang ABG pria dimintai keterangan oleh warga terkait penyekapan seorang balita yang merupakan tetangganya. ABG pria itu lalu ditampar dan dipukul hingga menangis minta ampun.

"Ampun pak, Ya Allah, please pak, ampun, kapok," kata pelaku.

"Koe nganu batire, kapok ra koe (kapok nggak kamu)," ujar salah seorang warga dalam video tersebut.

"Pak ampun pak, Ya Allah, kapok," jawab ABG itu sambil kembali menangis tersedu-sedu.

Diwawancara terpisah, R menceritakan kondisi anaknya yang kini lebih banyak diam dan mengeluh sakit di bagian wajahnya. Tak hanya itu anaknya juga mengalami lebam di bagian punggung. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]