Yang Berbeda dari Program Bayi Tabung saat Pandemi Covid-19


Ahad, 19 April 2020 - 12:47:29 WIB
Yang Berbeda dari Program Bayi Tabung saat Pandemi Covid-19 Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pandemi virus corona (SARS-CoV-2) ikut berdampak pada program bayi tabung. Klinik penyedia program bayi tabung pun putar otak agar layanan ini tetap dapat digunakan sekalipun wabah Covid-19 ini melanda.

Program bayi tabung merupakan usaha alternatif untuk mendapatkan kehamilan, bagi pasangan yang kesulitan memperoleh buah hati. Program bayi tabung dilakukan dengan pembuahan di luar rahim ibu atau in vitro fertilization (IVF).

Proses ini memerlukan serangkaian tahapan agar berhasil mencapai kehamilan dan kelahiran yang sehat. Pandemi Covid-19 membuat proses tersebut terhambat lantaran tatap muka antara dokter dan calon orang tua semakin terbatas.

Salah satu klinik penyedia layanan bayi tabung, Morula Indonesia memodifikasi program agar masih bisa berjalan selama pandemi Covid-19. Program IVF tetap dapat dilakukan dengan prosedur yang ketat.

"Paket IVF selama fase pandemik dilakukan pada kasus selektif saja," terang Presiden Direktur Morula Indonesia dokter spesialis kandungan Ivan Sini dalam konferensi pers online, Kamis (16/4).

Kasus selektif berarti, calon orang tua mesti melalui screening ketat berupa pengecekan suhu tubuh dan gejala yang muncul. Calon orang tua juga mesti mengikuti rapid test Covid-19 atau Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk membuktikan tidak terinfeksi virus corona.

Orang tua yang memenuhi persyaratan administrasi dan negatif corona bisa mengikuti program IVF di rumah atau di hotel, tergantung preferensi. Program di hotel dilakukan untuk memberikan kenyamanan pada orang tua.

Program ini bakal berlangsung selama dua pekan, lebih cepat ketimbang program bayi tabung pada waktu-waktu normal. Selama proses ini dokter akan memantau kesehatan calon orang tua melalui online.

Program yang biasanya mengharuskan calon orang tua bertemu atau tatap muka langsung dengan dokter sekali dua atau tiga hari, kini ditiadakan.

"Kami meminimalkan visit (kunjungan) ke klinik seminimal mungkin. Paling banter dua kali saja, selebihnya telekonsultasi," kata Ivan.

Sementara kunjungan ke klinik hanya dilakukan untuk pengecekan kondisi calon ayah berupa keadaan sperma dan kondisi ibu berupa keadaan sel telur. Calon orang tua juga akan melakukan tes darah dan USG.

Setelah itu, dokter akan melakukan tindakan pengambilan sel telur dan sperma calon orang tua. Pembuahan akan dilakukan di laboratorium hingga berkembang menjadi embrio--tahap paling awal perkembangan bayi.

Setelah melewati tahapan tersebut, para orang tua juga mesti bersabar untuk bertemu dengan si buah hati. Pasalnya, Ivan menjelaskan pada masa situasi Covid-19 saat ini, tim dokter merekomendasikan untuk menyimpan embrio terlebih dahulu dan tidak menanamnya ke rahim ibu.

"Pada bayi tabung kami memberikan rekomendasi tidak langsung menanamkan embrio karena ketidaktahuan efek Covid-19 terhadap kehamilan terutama masa awal kehamilan," ucap Ivan.

Ivan menerangkan, penyimpanan embrio penting dilakukan secepat mungkin dalam proses bayi tabung karena faktor usia sangat berperan besar dalam kualitas kehamilan. Jika ditunda, dikhawatirkan kehamilan semakin sulit terjadi. Penyimpanan embrio juga dianjurkan untuk perempuan berusia di atas 35 tahun karena sel telur yang sudah semakin berkurang.

Penyimpanan embrio ini membuat orang tua mesti menunggu hingga waktu yang belum dapat dipastikan. Ivan menyebut penanaman embrio di rahim ibu akan dilakukan setelah Covid-19 selesai.

"Ya walaupun itu tetap haknya orang tua, tapi kami merekomendasikan begitu. ... Kalau embrio sudah disimpan kualitasnya tetap akan sama," kata Ivan.

Penanaman embrio merupakan fase krusial dalam kesuksesan siklus bayi tabung. Selama dua hingga tiga bulan setelah penanaman embrio kembali ke rahim, ibu mesti berada dalam keadaan tenang agar kehamilan berhasil tercipta. Sedangkan situasi Covid-19 diperkirakan justru bakal membuat ibu lebih tertekan.

Hingga kini, belum ada penelitian yang komprehensif mengenai dampak Covid-19 terhadap kehamilan. (*)

loading...
 Sumber : CNNIndonesia /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]