Cegah Corona, 7 Perantau Dikarantina Pemnag Cubadak di Gedung BBI


Senin, 20 April 2020 - 16:14:32 WIB
Cegah Corona, 7 Perantau Dikarantina Pemnag Cubadak di Gedung BBI Seorang petugas kesehatan tengah memeriksa suhu tubuh warga perantau yang tengah menjalani masa karantina di Nagari Cubadak.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Cegah penyebaran virus corona (Covid-19), Pemerintah Nagari Cubadak, Kecamatan Duokoto, Kabupaten Pasaman siapkan gedung Balai Benih Ikan (BBI) Duokoto, sebagai tempat karantina bagi para perantau yang baru pulang ke kampung halaman.

Saat ini sudah ada sebanyak tujuh orang perantau dikarantina di BBI itu, sejak dibuka pada Jumat (17/4) lalu. Enam dari ketujuh perantau berasal dari Malaysia. Sisanya, perantau dari Pekanbaru. Ketujuh perantau berasal dari kampung yang sama, yakni Lanai.

Walinagari Cubadak, Yuni Yelfi mengatakan, saat ini sudah ada 7 orang warga perantau dikarantina di bangunan milik BBI Duokoto itu, sejak Jumat (17/4) lalu, bertambah satu orang warga, yaikni perantau dari Kota Pekanbaru.

"Semua warga perantau yang kita karantina di BBI saat ini merupakan warga Lanai, Nagari Cubadak. Enam orang warga yang dikaratina pada hari pertama perantau dari Malaysia, satunya lagi dari Pekanbaru," ujar Yuni kepada Haluan Media Group (HMG) di Cubadak, Senin (20/4).

Ia mengatakan, kondisi kesehatan ketujuh perantau yang tengah menjalani masa karantina itu terpantau sehat. Mereka saat ini berstatus orang dalam pemantauan (ODP), sehingga perlu menjalani isolasi selama 14 hari guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Betul, statusnya ODP. Kesehatan mereka terus dipantau kok sama petugas medis dari Puskesmas Cubadak. Kondisi tubuh mereka juga dicek setiap hari, rata-rata suhu tubuhnya 36 derjat celcius," imbuhnya.

Yuni menyebutkan, semua kebutuhan konsumsi para perantau yang sedang dikarantina itu sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Nagari Cubadak, hingga masa karantina selesai dijalani.

"Insya Allah, semua kebutuhan mereka seperti, makan dan minum kita yang tanggung (Nagari Cubadak), lewat pemanfaatan Dana Desa untuk pencegahan dan penanganan Covid-19," ujarnya.

Sementara Camat Duokoto, Mayonis mengatakan, dari informasi yang dihimpun pihaknya sebanyak 14 orang perantau asal Malaysia, akan pulang ke kampung halamnya di Lanai, Cubadak.

"Sekarang baru 6 orang perantau Malaysia yang kita isolasi. Lainnya belum berangkat. Jadi, asal rantaunya Malaysia dan Tanjung Balai Karimun. Satu lagi dari Pekanbaru," ucapnya.

Camat Duokoto ini menghimbau, bagi para perantau yang tetap nekat pulang kampung (Mudik) ke kampung halaman harus mematuhi anjuran pemerintah soal isolasi mandiri selama 14 hari lamanya. Upaya itu untuk mencegah penularan Covid-19.

"Kalau tidak mau mengisolasi diri secara mandiri, untuk keselamatan diri, keluarga dan orang lain, kita menyiapkan tempat karantina disini (Duokoto)," pungkasnya. (*)

Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]