Ribuan Cacing Muncul di Jawa, Peneliti UGM: Ada Perubahan Mendadak dalam Tanah


Senin, 20 April 2020 - 18:48:00 WIB
Ribuan Cacing Muncul di Jawa, Peneliti UGM: Ada Perubahan Mendadak dalam Tanah Ribuan cacing di Klaten, Minggu (19/4/2020). (dok Kades Socakangsi Wingsang Tranggono)

KLATEN, HARIANHALUAN.COM - Fenomena munculnya cacing tanah dalam jumlah banyak di wilayah Klaten dan Solo belum bisa dipastikan penyebabnya. Namun peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai ada perubahan mendadak di lingkungan tanah cacing tersebut.

"Kalau migrasinya besar-besaran berarti ada perubahan mendadak di dalam tanah. Bisa karena panas atau banyaknya air dalam tanah tersebut," kata peneliti pada Laboratorium Sistematika Hewan Fakultas Biologi UGM, Soenarwan Hery P dilansir dari detikcom, Senin (20/4/2020).

Baca Juga : Terduga Gembong 500 Gram Sabu Diciduk Polisi

Hery yang sedang mengembangkan pupuk organik dengan cacing di Klaten menjelaskan cacing tanah dalam hidupnya memerlukan kondisi lingkungan tertentu. Aspek kelembapan, suhu, kadar air, dan lainnya sangat diperlukan.

"Jadi memerlukan kelembaban, suhu, kadar air, dan lainnya karena bernapas melalui kulit. Kalau terlalu basah dan kering pun terganggu pengambilan oksigennya," lanjut Hery.

Baca Juga : Simpan Sabu Dalam Koper, Sepasang Pasutri Dicokok Polisi

Apabila sebelumnya hujan terus, sambung Hery, bisa saja banyak air di dalam tanah. Cacing bisa bermigrasi sedikit ke permukaan.

"Tapi jika airnya penuh akan muncul ke permukaan. Jika perubahan besar dan mendadak bisa migrasi besar," sambung Hery.

Baca Juga : Rp500 Juta Raib, Nasabah Bank di Kediri Dirampok

Migrasi besar cacing tanah, jelas Hery, ada yang vertikal dan horizontal. Jika dalam tanah ada perubahan besar cacing akan migrasi vertikal kemudian horizontal mencari tanah baru.

"Migrasi itu bisa terjadi jika misalnya suhu terlalu panas atau terlalu banyak air. Untuk kemungkinan aktivitas gunung bisa jadi, misalnya ada perubahan panas bumi," imbuh Hery.

Baca Juga : Dilaporkan ke Polisi, Ketua Koperasi Sawit Datuk Nan Sembilan Bantah Langgar Aturan

Untuk mengetahui lebih detail, terang Hery, harus diketahui jenis cacingnya. Spesimen itu penting untuk penelitian lebih dalam.

"Kalau perlu sampel diambil dan diawetkan dengan alkohol. Kalau warna kulit gelap itu karena ada kelenjar minyak yang membantu bernapas saat suhu panas," jelas Hery.

Kemunculan cacing tanah ini di antaranya terjadi di Kecamatan Jatinom, Ngawen, dan Karangnongko, Klaten.

"Jumlahnya banyak dan seperti berbaris di jalan aspal. Hari Minggu masih ada tetapi tidak sebanyak Sabtu (18/4) kemarin," lanjut Kades Socakangsi, Kecamatan Jatinom, Wingsang Tranggono, Minggu (19/4).

Fenomena munculnya cacing dalam jumlah banyak ini, kata Wingsang, baru kali pertama terjadi di wilayahnya.

Sementara itu, kemunculan cacing tanah di kawasan Pasar Gede Solo membuat warga kaget. Jumlahnya sangat banyak dan menyebar hingga jalur pejalan kaki di Jalan Urip Sumoharjo.

Petugas kebersihan kemudian langsung membersihkan caing-cacing itu. Salah seorang petugas kebersihan, Marsono mengungkap dia memungut cacing hingga satu ember.

Dia menduga cacing tanah muncul dari taman yang ada di sekitar lokasi. Sebab, saat dia membersihkan taman, masih muncul beberapa cacing dari dalam tanah.

"Itu ada ratusan mungkin. Kalau dijadikan satu bisa satu ember. Langsung saya sapu sampai bersih, soalnya kan sini buat jualan," kata pedagang bakso di sekitar lokasi, Marsono kepada wartawan, Sabtu (18/4). (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: redaksi[email protected]