Pelaku Pencabulan di Dharmasraya Diciduk Polisi


Senin, 20 April 2020 - 18:56:07 WIB
Pelaku Pencabulan di Dharmasraya Diciduk Polisi Pelaku pencabulan "AS" berhasil diamankan oleh Sat Reskrim Polres Dharmasraya.Humas Polres

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.COM - Jajaran Polres Dharmasraya berhasil mengamankan seorang laki-laki  pelaku tindak pidana pencabulan berinisial "AS" (32), warga Jorong Sungai Kalang 1, Nagari Tiumang, Kecamatan Tiumang, Senin (20/04).

Kapolres Dharmasraya AKBP.Aditya Gala Yudha, menjelaskan kepada Haluan, AS diduga telah melakukan perbuatan tindak pidana kejahatan terhadap seorang wanita  Bunga (nama samaran), warga Kecamatan Tiumang, yang mana penangkapan bermula dari laporan korban melaporkan kejadian tersebut ke Sat Reskrim Polres Dharmasraya, bahwa ia menjadi korban tindak pidana pencabulan oleh AS (32)

Dijelaskannya, kejadian tersebut pertama kali terjadi pada hari Sabtu, (10/) 2019 lalu, di kamar korban, pelaku masuk memaksa korban untuk melakukan hubungan badan dan mengancam akan memukul korban, kemudian perbuatan ini terus dilakukan berulang kali sebanyak 8 kali terhadap korban pada tempat yang sama dengan modus pelaku mengancam korban untuk melakukan hubungan badan selayaknya suami istri dan pelaku juga mengancam korban akan membeberkan kejadian ini, sehingga korban bisa berakibat diusir dari kampung. 

Karena takut, korban terpaksa melayani nafsu bejat dari pelaku tersebut, beruntung pada perbuatan pelaku yang terakhir kali Ibu korban mulai curiga saat pulang dari ladang mencurigai ada sesuatu yang aneh dari kamar korban dan memanggil-manggil korban dan memergoki pelaku yang sedang menyetubuhi korban.
Melihat kejadian tersebut, ulasnya, orangtua korban melaporkan kejadian tersebut ke ke Polsek Koto Baru dan hal ini direspon cepat oleh Kapolsek Kotabaru dan Satreskrim Polres Dharmasraya, berhasil menciduk pelaku di kediamannya.

Mantan Kapolsek Padang Barat ini menambahkan, diketahui pelaku ini sudah memiliki anak dua orang dan saat ini sudah digelandang ke mapolres Dharmasraya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Pelaku  dijerat dengan undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 23 tahun 2002 dengan ancaman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara," tutupnya.(*)

 

Reporter : Maryadi /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]