Simalakama Tambang Emas Ilegal


Selasa, 21 April 2020 - 22:07:14 WIB
Simalakama Tambang Emas Ilegal

Penambangan emas secara ilegal memang sebuah dilematis, bagaikan memakan buah simalakama. Persoalannya, kalau dibiarkan akan menimbulkan banyak masalah. Kalau disetop, ini merupakan mata pencaharian masyarakat sebahagian besar, terurtama bagi masyarakat yang berada di areal pertambangan.

Oleh: Bustami Narda - Wartawan Haluan

Penambangan emas ilegal ini telah tersebar hampir di seluruh pelosok tanah air. Seiring dengan itu, korban yang berjatuhan akibat kecelakaan di berbagai areal tambang emas ilegal ini, pun sudah tak sedikit lagi.

Korban terbaru yang sempat merenggut 9 nyawa tewas baru-baru ini, terjadi di areal tambang emas ilegal Jorong Talakiak, Nagari Ranah Pantai Cermin, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumbar.

Kasusnya, tambang itu longsor, dan 9 pekerja yang berada di dalamnya tertimbun meninggal. Persoalan yang perlu dipahami, sebuah areal tambang bukan hanya tempat mencari makan pemilik lobang tambang itu saja. Tetapi bisa tempat menyambung hidup bagi ratusan Kepala Keluarga(KK) dengan ribuan masyarakat lainnya. Kenapa demikian?

Karena masyarakat bisa mengais rezeki sangat banyak jumlahnya pada satu areal pertambangan dengan cara mendulang emas yang materialnya mereka ambil dari tanah tebing tambang itu. Pendulang emas tanpa memiliki tambang ini berdatangan dari berbagai daerah sekitarnya. Bahkan ada yang datang dari berbagai kabupaten/kota atau provinsi tetangga lainnya.

Jadi, jika satu areal tambang ditutup, bisa ratusan orang kehilangan mata pencaharian. Namun jika tambang ilegal ini dibiarkan saja dengan cara menutup mata, di samping lingkungan bisa hancur, nyawapun akan berjatuhan dengan sia-sia. Kalau begini, apa solusi yang bisa diambil dalam hal ini ?

Memang rumit masalahnya. Namun tentu harus ada solusinya. Dalam hal ini, pihak pemerintah harus hadir. Pemerintah, terutama Pemerintah Daerah(Pemda) Kabupaten/Kota tempat areal tambang ini berada, tak bisa hanya diam begitu saja melihat kondisi ini.

Apalagi sekarang di saat virus corona atau covid-19 ini sedang merebak. Kalau di suatu tambang ada ratusan orang yang berkerumun setia waktu mencari emas di suatu lobang tambang, bagaimana menghindari penyebaran virus corona. Karena itu, harusnya pihak Pemda harus mengambil sikap yang jelas terhadap tambang ilegal ini.

Sikap Pemda bisa saja dengan cara memberikan penyuluhan kepada msyarakat terhadap bahaya menambang ilegal. Bahaya itu bisa dalam bentuk kerusakan lingkungan, kecelakaan yang bisa merenggut nyawa manusia, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, bisa juga alternatif lain diambil dengan cara mencarikan mata pencaharian lain bagi masyarakat yang sudah terbiasa hidup dengan menambang. Bisa dengan cara membuka lahan perkebunan dengan pinjaman dana difasilitasi oleh Pemerintah ke bank. Namun dengan catatan Pemda harus serius membimbing masyarakat ini terus menerus agar mereka mampu menjalani hidup dengan usaha perkebunan.

Atau bisa juga dengan cara lain, yang Pemerintah tentu punya strategi lebih jitu lagi. Jadi yang jelas, praktik penambangan emas ilegal ini tak bisa dibiarkan begini terus. Harus ada solusi terbaik untuk rakyat dari Pemerintah, terutama Pemda. (*)

Reporter : Bustami Narda | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]