Solsel Berduka, Zul Apendi Gagas Donasi untuk Korban Talakiak


Selasa, 21 April 2020 - 22:07:33 WIB
Solsel Berduka, Zul Apendi Gagas Donasi untuk Korban Talakiak Zul Apendi

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Peristiwa meninggalnya sembilan penambang emas tradisional di Jorong Talakiak Nagari Ranah Pantai Cermin, Kecamatan Sangir Batang Hari (SBH) Solok Selatan (Solsel), pada Sabtu (18/4/2020) masih membekas dihati masyarakat setempat. 

Betapa tidak, akibat kejadian naas itu, banyak anak yang menjadi yatim dan piatu. Ada duka yang tersisa, karena para korban umumnya adalah penopang utama kehidupan ekonomi keluarga. Mereka yang meninggal tulang punggung keluarga.

Baca Juga : Maota Jalang Babuko Basamo Ketum HIPMI Sumbar: Ramadhan Mengispirasi Membuka Bisnis Baru

Atas dasar itu, seorang tokoh masyarakat Ranah Pantai Cermin, Zul Apendi ikut prihatin, sehingga pihaknya melakukan penggalangan donasi dimulai dari WhatsApp Grup (WAG).

"Saya dilahirkan dan dibesarkan di Talakiak, pekerjaan mendulang emas itu sudah menjadi tradisi sejak dulu dibekas tambang Belanda. Ada duka yang mendalam, ada rasa yang tak terlihat jika melihat peristiwa itu," kata Zul saat dihubungi Harianhaluan.com, Selasa (21/4/2020).

Baca Juga : Ajak Generasi Muda Berbisnis, Brian Putra Bastara Berbagi Trik jadi Entrepreneur Sukses

Menurutnya, tercatat 18 orang anak yatim tiga anak sudah menjadi yatim piatu karena sebelum ibunya meninggal dalam musibah ini, bapaknya telah lebih dahulu dipanggil yang maha kuasa. 

Donasi yang ia mulai semenjak Senin (20/4/2020) hingga Selasa (21/4/2020) berasal dari perantau, masyarakat dari dalam serta luar Solsel dan tokoh maupun relasinya. "Rencananya, donasi yang terkumpul akan diserahkan kepada keluarga korban. Tidak lupa saya haturkan terimakasih dan semoga menjadi ladang amal hendaknya bagi donatur," ucapnya.

Baca Juga : Prakiraan Cuaca Sumbar 17-19 April, Simak Wilayah yang Diperkirakan Hujan

Sementara, imbuhnya jumlah donatur sudah terkumpul sebanyak 77 orang dengan total donasi Rp12 juta. "Yang menyerahkan baru senilai Rp10,5 juta," katanya.

Kemudian, pihaknya berharap untuk jangka panjang ada solusi terhadap masyarakat, seperti tambang rakyat. "Bagaimana, ada aturan dan solusi ekonomi. Berikan pelatihan, atau bentuk tambang rakyat, dengan demikian keselamatan kerja terjamin. Jika dihentikan tidak mungkin karena itu sumber ekonomi masyarakat," tuturnya. (*)

Baca Juga : Wabup Pessel Resmikan Masjid Ar-Rahman Rawa Bubur Tapan

Reporter : Jefli | Editor : Heldi Satria
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]