Dampak Corona, Mahasiswa Asing di Tasmania Dapat Bantuan Rp2,5 Juta per Orang


Kamis, 23 April 2020 - 06:38:36 WIB
Dampak Corona, Mahasiswa Asing di Tasmania Dapat Bantuan Rp2,5 Juta per Orang Foto: abc

JAKARTA, HARIANHALUAM.COM -- Dalam berbagai paket bantuan ekonomi yang sudah diumumkan sebelumnya, para pemegang visa sementara di Australia tidak mendapat bantuan apapun.

Sekarang pemerintah negara bagian Tasmania menyediakan paket bantuan sebesar $3 juta (sekitar Rp 30 miliar) bagi sekitar 26 ribu pemegang visa sementara di sana, berkenaan dengan pandemik COVID-19.

Karena memegang visa sementara, mereka biasanya tidak mendapatkan bantuan apapun, seperti yang berlaku untuk warga negara dan mereka yang sudah memiliki status warga permanen di Australia.

Sekarang mereka yang bisa membuktikan mengalami kesulitan keuangan di Tasmania akan mendapat bantuan $ 250 (sekitar Rp 2,5 juta) per orang, dan $1 ribu (sekitar Rp 10 juta) per keluarga.

Kebanyakan pemegang visa sementara ini adalah mereka yang baru tiba dan banyak tidak memiliki pekerjaan tetap.

Menteri Utama (Premier) Tasmania Peter Gutwein mengatakan adalah "tindakan yang adil" guna membantu mereka yang sudah memberikan sumbangan bagi perekonomian negara bagian tersebut.

"Penting sekali membantu orang-orang ini yang sudah bekerja dalam masyarakat dan mendapat penghasilan, dan paket ini akan bisa membantu meringankan beban mereka." katanya, dilansir dari Viva.co.id, Kamis (23/4/2020).

"Saya tidak sependapat dengan pesan bahwa pemegang visa sementara ini harus kembali ke negara masing-masing. Dalam banyak kasus mereka tidak bisa melakukannya."

Para pekerja yang ingin kembali ke negara masing-masing akan mendapat bantuan dari pemerintah Tasmania untuk melakukannya.

Sementara itu LSM yang membantu para pemegang visa sementara ini juga akan mendapat bantuan dari pemerintah.

Menurut Peter Gutwein, kebanyakan pemegang visa sementara ini adalah mereka yang bekerja sebagai pemetik buah, mahasiswa dan pekerja di bidang jasa layanan, dan bantuan akan diberikan dalam empat tahap mulai hari Rabu (22/4/2020).

Tahap pertama adalah bayaran langsung bagi pemegang visa sementara tersebut, disusul tahap kedua dengan sasaran bantuan dana darurat bagi LSM yang membantu para pemegang visa sementara.

Tahap ketiga meliputi bantuan keuangan dan saran perjalanan bagi pekerja yang ingin kembali ke negara masing-masing, dan keempat adalah bantuan bagi bisnis yang ingin mempertahankan pekerja yang tidak bisa meninggalkan Tasmania.

"Ini bantuan yang tidak besar, tetapi bagi siapa saja diantara kita yang punya anak di tempat lain, kami berharap mereka juga mendapat bantuan." kata Gutwein.

Sampai hari Rabu (22/4/2020) pagi, ada 201 kasus positif corona di Tasmania, dengan 77 diantaranya sudah sembuh.

Australia Beli Cadangan Minyak

Sementara itu dengan harga minyak dunia yang begitu rendah saat ini, pemerintah Australia akan menghabiskan dana $94 juta (lebih dari Rp 940 M) untuk membeli minyak guna meningkatkan cadangan nasional.

Menteri Energi Australia Angus Taylor mengatakan pemerintah mengambil keputusan membangun cadangan minyak strategi, dengan minyak itu akan disimpan di Amerika Serikat.

"Tempat penyimpanan sekarang ini di Australia penuh, dan kami bekerja sama dengan industri untuk membangun penyimpanan lokal."

"Sekarang waktunya membeli minyak dan itulah yang kami lakukan sekarang."

Angus Taylor mengatakan cadangan itu harus ditingkatkan guna memastikan Australia memiliki cadangan bila ada "masalah pasok minyak di masa depan."

Australia saat ini memiliki cadangan minyak yang bisa digunakan selama 30 hari, namun pemerintah ingin memiliki cadangan yang lebih besar. (*)

 Sumber : Viva.co.id /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]