What! Napi Asimilasi Berulah, Tusuk Pemuda di Padang


Sabtu, 25 April 2020 - 21:00:14 WIB
What! Napi Asimilasi Berulah, Tusuk Pemuda di Padang ilustrasi penangkapan

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Karena menusuk seorang warga di bekas bangunan Matahari Lama, Kota Padang, Jumat (24/4/2020) sore, seorang napi asimilasi harus kembali masuk ke kandang situmbin. Pengampunan tampaknya belum bisa memberi efek jera tersangka ini.

Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda membenarkan penangkapan tersebut. Pria berinisial PD (33) ini diamankan saat hendak menjual handphone kepada seseorang di kawasan Jati.

Informasinya, aksi yang dilakukan PD terjadi pada Kamis (23/4/2020). Dia merupakan seorang narapidana Lapas Kelas II A Padang yang sedang menjalankan asimilasi pencegahan penyebaran Covid-19.

"Tersangka ini ditangkap karena menusuk seorang masyarakat yang sedang duduk di salah satu warung bekas pusat perbelanjaan," kata Kasat.

Dia kembali diringkus berdasarkan laporan nomor: LP/222/B/IV/2020/SPKT Unit II tanggal 23 April 2020 oleh korban bernama Adi Purwanto.

Disebut Kasat, kejadian itu bermula saat tersangka yang diketahui dalam kondisi mabuk melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sesampainya disana, tersangka bertemu korban dan saling bertatapan.

"Tersangka ini tersinggung karena ditatap terlalu lama oleh korban. Sempat ribut hingga akhirnya korban ditusuk menggunakan pisau yang telah dibawa oleh tersangka," kata Rico.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek di bagian paha dan sempat menjalani perawatan di klinik setempat. Tersangka pun sempat melarikan diri sebelum akhirnya kembali ditangkap oleh polisi selang satu hari setelah kejadian.

"Dia kami tangkap di kawasan Jati saat hendak bertemu seseorang untuk menjual telepon genggam tipe lama ke salah satu calon pembeli. Sempat berkilah, tapi kami memiliki bukti kuat dia terlibat dalam penusukan," katanya.

Dari hasil penyelidikan polisi, pelaku merupakan satu dari sekian narapidana (napi) yang mendapatkan hak asimilasi dari Kemenkumham RI terkait pembebasan bersyarat untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19.

"Dia baru bebas dari lapas dan masih menjalani hak asimilasinya sebelum dinyatakan bebas murni," katanya.

Saat ini, PD telah meringkuk di sel tahanan Polresta Padang beserta barang bukti (BB) berupa sebilah pisau sepanjang 15 sentimeter dengan gagang kayu warna kuning.

Sementara itu, Kalapas Kelas II A Padang, Arimin membenarkan bahwa PD merupakan salah satu tahanan asimilasi warga binaannya. Informasinya, pelaku terlibat dalam kasus pencurian laptop sekitar dua tahun silam. "Benar, pelaku merupakan warga binaan kami," katanya singkat. (*)

 Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]