Pose Kim Jong-un di Peti Mati Kalahkan Joget Pembawa Jenazah


Selasa, 28 April 2020 - 23:23:35 WIB
Pose Kim Jong-un di Peti Mati Kalahkan Joget Pembawa Jenazah Joget pengantar peti kematian di Ghana. FOTO/ Ist

PYONGYANG, HARIANHALUAN.COM - Viral sekelompok pria dengan pakaian keren berjoget sambil menggotong peti mati kini sudah terkalahkan dengan foto pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang terbaring di peti mati.

Mayoritas pengguna media sosial mungkin sudah tak asing dengan penampakan ini. Belakangan, kehadiran mereka muncul dalam berbagai format seiring dengan penyebaran pandemi COVID-19.

Baca Juga : Joe Biden Beri Kepastian Amankan Saudi

Namun semenjak Sebuah gambar yang dibagikan di media sosial tampak menunjukkan sang diktator berbaring di bawah selimut merah dengan mata terpejam, dan kepalanya diletakkan di atas bantal mengalahkan viralnya pembawa peti kematian Ghana.BACA JUGA: Kwangmyong Bikin Desas-Desus Kematian Kim Jong-un Mustahil Ditembus

Foto Kim sendiri memiliki kemiripan dengan foto ayahnya Kim Jong-il, diambil saat pemakamannya pada tahun 2011, dan tampaknya telah banyak diedit.

Baca Juga : Panas, 1.000 Massa Pro Junta Militer Turun ke Jalan di Myanmar

Gambar, yang dibagikan secara luas di media sosial, telah ditayangkan ke jaringan televisi Jepang, JNN News. Bahkan Banyak posting mengklaim itu berasal dari jaringan Televisi Satelit Hong Kong.

Sebenenarnya ini bukan foto rekayasa Photoshop Kim Jong-un bukan yang pertama pasalnya di Google sendiri banyak berseliweran foto-foto editan hasil keganasan netizen. BACA JUGA: Foto di Dalam Peti Mati, Bukti Kim Jong-un adalah King Photoshop

Baca Juga : Astaga! Ada Tanda-tanda Fase Baru Mutasi Covid-19

Sebelumnya Kelompok penyedia jasa pengiringan jenazah di Ghana. Menawarkan tarian dan koreografi yang ciamik, mereka menjamin perjalanan jenazah dipenuhi keceriaan dan kemeriahan sampai ke liang lahat.

Pemakaman di Ghana telah lama menampilkan tarian. Ketika seseorang meninggal secara wajar di usia tua, bukan hal yang aneh bagi orang-orang terdekatnya untuk merencanakan acara selama berhari-hari dengan berbagai kemeriahan. Namun, hal ini tidak berlaku untuk segala jenis kematian. Tidak semua orang mengadakan pesta mewah untuk anggota keluarga yang meninggal di usia muda.

Baca Juga : Akan Rilis, Laporan Intelijen AS Sebut MBS Setujui Pembunuhan Khashoggi

Sejarawan Ghana Wilhelmina Donkoh mengatakan bahwa anggota keluarga mendiang membawa sendiri peti mati sebelum industri pemakaman berkembang pada 1990-an "Lama-kelamaan, para pengusung peti mati ingin tampil berbeda dengan menyuguhkan pertunjukan yang kreatif," kata Donkoh kepada Washington Post.

Benjamin Aidoo, seorang pengusaha jasa pengiring pemakaman dengan 100 pekerja, menganggap usaha yang didirikannya membuka lapangan kerja yang signifikan di Ghana. Ia memulainya saat berusia remaja dengan hanya 6 anggota. Bisnisnya banyak diminati karena orang-orang ingin keceriaan senantiasa mengiringi kepergian orang terkasih.

“Layanan ini bertujuan untuk menceriakan suasana,” kata Aidoo. Dan untuk menggunakan jasa kelompok Aidoo, para pelanggan dikenakan biaya sebesar 2.200 cedis (Rp5,9 juta).

Dalam dokumenter BBC yang kini marak digunakan sebagai meme itu, seorang pelanggan bernama Elizabeth Annan beranggapan bahwa pasukan pengiring jenazah Ghana ini memberikan upacara pemakaman yang mengesankan.

"Mereka membawa orang-orang terkasih kita ke peristirahatan terakhirnya dengan berdansa. Jadi, saya memutuskan untuk menghadiahi ibu saya sebuah perjalanan penuh dansa untuk mengantarkannya ke Sang Pencipta," kata Annan. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : sindonews.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 26 Februari 2021 - 14:51:11 WIB

    Joe Biden Beri Kepastian Amankan Saudi

    Joe Biden Beri Kepastian Amankan Saudi Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melakukan pembicaraan dengan Raja Arab Saudi Salman pada Kamis (25/2). Dalam percakapan perdana sejak Biden resmi menjadi pemimpin negara adidaya itu, ia menekankan komitmen AS untuk me.
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 16:58:20 WIB

    Panas, 1.000 Massa Pro Junta Militer Turun ke Jalan di Myanmar

    Panas, 1.000 Massa Pro Junta Militer Turun ke Jalan di Myanmar Situasi Myanmar makin tak kondusif. Pendukung dan penentang militer bentrok di jalan-jalan kota Yangon, Kamis (25/2/2021)..
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 14:41:04 WIB

    Astaga! Ada Tanda-tanda Fase Baru Mutasi Covid-19

    Astaga! Ada Tanda-tanda Fase Baru Mutasi Covid-19 Baru-baru ini sebuah penelitian di California melaporkan telah menemukan sampel dua varian virus Covid-19 yang bergabung menjadi versi virus corona. Mereka bermutasi, memicu peringatan bahwa pandemi mungkin memasuki fase baru.
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 12:27:37 WIB

    Akan Rilis, Laporan Intelijen AS Sebut MBS Setujui Pembunuhan Khashoggi

    Akan Rilis, Laporan Intelijen AS Sebut MBS Setujui Pembunuhan Khashoggi Laporan intelijen Amerika Serikat (AS) soal pembunuhan jurnalis kawakan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, yang akan segera dirilis, menyebutkan bahwa Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman atau MBS menyetujui pembunuhan.
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 08:14:23 WIB

    Pemerintahan Joe Biden Tuding Putra Raja Salman Dalang Pembunuhan Jurnalis AS

    Pemerintahan Joe Biden Tuding Putra Raja Salman Dalang Pembunuhan Jurnalis AS Pemerintahan Presiden Joe Biden akan merilis laporan intelijen Amerika Serikat (AS) yang tidak diklasifikasikan mengenai kematian jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, Kamis (25/2/2021). Khashoggi merupakan kolumnis Washingto.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]