Pandemi Covid-19, Kasus Keracunan akibat Disinfektan Meningkat


Rabu, 29 April 2020 - 08:14:19 WIB
Pandemi Covid-19, Kasus Keracunan akibat Disinfektan Meningkat ilustrasi desinfektan

HEALTH, HARIANHALUAN.COM -- Seorang wanita dilarikan ke rumah sakit setelah terpapar asap beracun dari bak cuci piringnya dan seorang balita dirawat di ICU setelah menelan pembersih tangan. Ini adalah dua contoh dari banyaknya kasus keracunan akibat penggunaan disinfektan atau pembersih yang salah.

Menurut laporan yang dilansir WebMD, ini terjadi ketika obsesi orang Amerika untuk mendisinfeksi rumah mereka terhadap virus corona meningkat, demikian juga dengan kondisi darurat keracunan. "Eksposur terhadap pembersih dan disinfektan yang dilaporkan ke Sistem Data Racun Nasional AS (NPDS) meningkat secara substansial pada awal Maret 2020," kata Arthur Chang, peneliti di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Baca Juga : Pemprov Riau Mulai Vaksinasi Pedagang Pasar pada 1 Maret 2021

Bahkan, ada lebih dari 20% lonjakan jumlah darurat keracunan yang dilaporkan ke NPDS, dibandingkan tahun lalu. Produk disinfektan dan pembersih dapat membunuh kuman, termasuk virus corona, tetapi juga dapat menjadi racun bagi manusia ketika dicampur atau digunakan secara tidak tepat.

"Meskipun membersihkan rumah dan tangan Anda itu penting dalam mengurangi risiko tertular Covid-19, penting juga bagi Anda untuk mengambil tindakan pencegahan tepat untuk mengurangi papapran racun," kata dokter darurat dari Rumah Sakit Lenox Hill di New York City, Robert Glatter.

Baca Juga : Jangan Panik! Ini Cara Menangani Orang Pingsan

Pemutih merupakan salah satu bahan kimia yang paling umum disalahgunakan, kata tim CDC. Keracunan akibat penggunaan pemutih yang tidak tepat meningkat sejak pandemi Covid-19. Dalam satu kasus, seorang perempuan mendengar diberitakan membersihkan semua bahan makanan yang baru dibeli sebelum mengonsumsinya. 

"Dia mengisi wastafel dengan campuran larutan pemutih 10%, cuka dan air panas, dan merendam makanannya," lapor peneliti.

Baca Juga : Pandemi Covid-19 di Batam Melandai, 53 Sekolah Boleh Belajar Tatap Muka

Hasilnya, asap memenuhi dapurnya dan sang perempuan mulai kesulitan bernapas sehingga harus dibawa ke UGD, di mana ia dirawat dengan oksigen dan bronkodilator. "Kombinasi pemutih dengan cuka menghasilkan gas klorin beracun. Kurangnya ventilasi yang tepat dapat membuat Anda berisiko terkena racun, yang bisa mematikan," kata Glatter.

Kasus lainnya, seorang balita meminum pembersih tangan berbahan alkohol dan ia pingsan. Tingkat alkohol dalam darahnya mencapai 237 miligram per desiliter (batas mengemudi dalam keadaan mabuk di kebanyakan negara bagian Amerika adalah 80mg/dL). "Sangat penting bagi orang tua untuk memahami potensi keracunan alkohol terkait dengan pembersih tangan, karena biasanya mengandung setidaknya 60-70% alkohol," imbau Glatter.

Baca Juga : Bandel Amat Sih! Mesin Cuci tak Hilangkan Virus Covid-19 di Baju Nakes

Untuk menghindari hal itu, Glatter memperingatkan untuk memakai sarung tangan dan masker setiap kali menggunakan produk disinfektan di rumah. "Anak-anak berada pada risiko tertinggi karena mereka mungkin berpikir itu tidak berbahaya untuk dikonsumsi. Orangtua tidak boleh meninggalkan botol pembersih tangan di sekitar anak-anak," lanjutnya. (*)

Editor : Agoes Embun | Sumber : HiMedik
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 26 Februari 2021 - 21:49:44 WIB

    Pemprov Riau Mulai Vaksinasi Pedagang Pasar pada 1 Maret 2021

    Pemprov Riau Mulai Vaksinasi Pedagang Pasar pada 1 Maret 2021 Pemerintah Provinsi Riau, akan memulai vaksinasi covid-19 pada 1 Maret 2021. Sasaran yang akan divaksin dihari pertama mencapai 1.500 orang, terdiri dari  ASN, Tenaga pendidik, pedagang pasar, pejabat negara, keamanan, atle.
  • Jumat, 26 Februari 2021 - 20:53:29 WIB

    Jangan Panik! Ini Cara Menangani Orang Pingsan

    Jangan Panik! Ini Cara Menangani Orang Pingsan Pingsan adalah kondisi saat tubuh kehilangan kesadaran karena otak kekurangan pasokan darah atau oksigen. Masalah kesehatan ini biasanya selama beberapa detik hingga menit..
  • Jumat, 26 Februari 2021 - 20:47:25 WIB

    Pandemi Covid-19 di Batam Melandai, 53 Sekolah Boleh Belajar Tatap Muka

    Pandemi Covid-19 di Batam Melandai, 53 Sekolah Boleh Belajar Tatap Muka Menyusul kian melandainya pandemi Covid-19, sebanyak 53 sekolah tingkat SMP di Kota Batam sudah dibolehkan oleh Dinas Pendidikan Kota Batam untuk melaksanakan belajar tatap muka..
  • Jumat, 26 Februari 2021 - 13:20:51 WIB

    Bandel Amat Sih! Mesin Cuci tak Hilangkan Virus Covid-19 di Baju Nakes

    Bandel Amat Sih! Mesin Cuci tak Hilangkan Virus Covid-19 di Baju Nakes Virus penyebab Covid-19 SARS-CoV-2 memiliki kemampuan untuk bertahan cukup lama pada beberapa jenis bahan pakaian. Proses pencucian baju biasa yang menggunakan suhu tinggi dinilai tak dapat menghilangkan virus dari seragam na.
  • Jumat, 26 Februari 2021 - 08:42:25 WIB

    Simak, Ini Batas Usia Penerima Vaksin Covid-19

    Simak, Ini Batas Usia Penerima Vaksin Covid-19 Indonesia telah mulai melakukan Vaksinasi COVID-19. Kali ini sasaran vaksinasi Corona adalah kelompok petugas pelayanan publik dan lansia, setelah petinggi negara dan tenaga kesehatan. Hanya saja tak semua bisa terima vaksin .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]