Ini Bahaya bagi Negara Jika Pemerintah Ngotot Cetak Uang Baru


Kamis, 30 April 2020 - 19:41:16 WIB
Ini Bahaya bagi Negara Jika Pemerintah Ngotot Cetak Uang Baru Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan, mengingatkan pemerintah harus berhati-hati mencetak uang baru di tengah pandemi virus corona (Covid-19) karena dapat mendorong inflasi.

Menurutnya, kebijakan tersebut bisa merugikan sektor perekonomian negara serta masyarakat karena berdampak pada kenaikan harga barang dan penurunan nilai uang.

"Saya mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam rencana untuk mencetak uang baru yang akan mendorong inflasi yang tinggi dan mengakibatkan rakyat akan semakin kehilangan daya beli," kata Syarief lewat pesan singkat, Kamis (30/4).

Ia menyarankan pemerintah segera membatalkan anggaran proyek infrastruktur dan pembangunan ibu kota negara (IKN) baru untuk membantu pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Syarief juga mengatakan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19 harus ditolak lewat pengajuan APBN Perubahan (APBN-P) 2020.

"Lakukan refocusing anggaran secara transparan dan accountable, dan ini hanya bisa dilakukan dengan menolak Perppu Nomor 1 Tahun 2020 dan melalui APBN-P 2020," ujar Syarief.

Presiden Joko Widodo mengalokasikan beberapa pos keuangan di APBN 2020 sebagai dana tambahan penanganan penyebaran pandemi virus corona lewat Perppu Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19 yang diteken pada 31 Maret 2020 lalu.

Dengan regulasi itu pemerintah akan melakukan penyesuaian besaran belanja wajib sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan serta melakukan pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar fungsi, dan antar program di APBN 2020.

Selanjutnya, melakukan pengutamaan penggunaan alokasi anggaran untuk kegiatan tertentu (refocusing), penyesuaian alokasi, pemotongan, serta penundaan penyaluran anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD). Selain itu sumber dana tambahan penanganan virus corona juga akan berasal dari penerbitan surat utang.(*)

loading...
 Sumber : cnnindonesia /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 26 September 2020 - 11:26:11 WIB

    Dalam 4 Hari Beruntun Rupiah Babak Belur, Ini Penyebabnya

    Dalam 4 Hari Beruntun Rupiah Babak Belur, Ini Penyebabnya HARIANHALUAN.COM - Dolar AS sedang perkasa, akibatnya dalam 4 hari beruntun rupiah melemah. Seperti sedang menghadapi Mike Tyson, nilai tukar rupiah babak belur melawan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada perdaganga.
  • Kamis, 24 September 2020 - 13:22:57 WIB

    Perusahaan Ini Gugat Lion Air di Pengadilan Inggris Rp 189 M, Ada Apa?

    Perusahaan Ini Gugat Lion Air di Pengadilan Inggris Rp 189 M, Ada Apa? HARIANHALUAN.COM - Lion Air digugat di Pengadilan London, Inggris, hingga 10 juta pound (Rp 189 miliar). Goshawk Aviation Ltd menuntut maskapai milik Rusdi Kirana itu karena berhutang pembayaran sewa tujuh jet Boeing..
  • Rabu, 23 September 2020 - 12:14:54 WIB

    Antisipasi Krisis, Begini Cara Kementan Manfaatkan Singkong Jadi Gula Cair

    Antisipasi Krisis, Begini Cara Kementan Manfaatkan Singkong Jadi Gula Cair HARIANHALUAN.COM - Peneliti BB Pascapanen, Agus Budiyanto mengatakan kebutuhan gula di Indonesia makin lama makin meningkat. Alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memanfaatkan secara maksimal sumber gula d.
  • Rabu, 23 September 2020 - 06:42:33 WIB

    RI Dipastikan Resesi, Ini Penjelasan Sri Mulyani

    RI Dipastikan Resesi, Ini Penjelasan Sri Mulyani HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi nasional resesi pada kuartal III-2020. Menurut para ekonom, kondisi tersebut akan berdampak pada pelemahan daya beli hingga pemutusan hubungan kerja.
  • Selasa, 22 September 2020 - 08:48:07 WIB

    Selasa Pagi Ini Harga Minyak Mulai Merangkak Naik

    Selasa Pagi Ini Harga Minyak Mulai Merangkak Naik HARIANHALUAN.COM - Pagi ini, Selasa (22/9/2020), pada 08.00 WIB, harga minyak mentah berusaha bangkit. Untuk kontrak yang aktif ditransaksikan jenis Brent naik 0,63% ke US$ 41,7/barel dan West Texas Intermediate (WTI) menguat.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]