Rokok Sampoerna Dipastikan Tak Terpapar Covid-19


Jumat, 01 Mei 2020 - 19:01:27 WIB
Rokok Sampoerna Dipastikan Tak Terpapar Covid-19 ilustrasi Covid-19

NASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- PT HM Sampoerna Tbk memastikan bahwa produk tembakau produksinya tidak terpapar COVID-19 setelah dua karyawannya terkonfirmasi positif virus tersebut dan sudah dirawat di rumah sakit. Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Elvira Lianita, menegaskan, produk rokoknya sudah melalui prosedur karantina selama lima hari sebelum didistribusikan ke konsumen tingkat akhir.

Kepastian keamanan produk tembakau Sampoerna diperlukan karena beredar kabar jutaan rokok dari perusahaan itu terpapar COVID-19 karena dua karyawannya positif terinfeksi virus tersebut. "Masa karantina selama lima hari. Ini lebih lama ketimbang rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," kata Elvira dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (1/5/2020).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Timur menyebut adanya klaster baru pasien yang terkonfirmasi positif di kawasan Pabrik Sampoerna Rungkut Surabaya. Manajemen perusahaan pun sudah membenarkan bahwa terdapat dua karyawannya yang positif COVID-19 dan sudah dirawat di rumah sakit, namun keduanya telah meninggal dunia.

PT Sampoerna menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas terbaik dan integritas merek atas produk-produknya, salah satunya dengan mengkarantina selama lima hari sebelum didistribusikan. Menurut WHO, COVID-19 mampu bertahan hidup paling lama 72 jam atau tiga hari di atas permukaan plastik dan besi baja. Sementara pada permukaan tembaga dan kardus, daya tahan virus tersebut, masing-masing, empat jam dan 24 jam.

PT Sampoerna juga menerapkan praktik protokol kesehatan ketat di seluruh area dan fasilitas produksi untuk melindungi para karyawan. Contohnya, akses ke fasilitas produksi hanya kepada karyawan yang berkepentingan, melakukan pengecekan temperatur tubuh ketika karyawan memasuki area kantor/produksi dan meningkatkan protokol kebersihan dan sanitasi.

Menyediakan dan memastikan penggunaan perlengkapan perlindungan diri seperti masker dan cairan pembersih tangan, serta menerapkan pembatasan fisik di seluruh area produksi dan fasilitas produksi, seperti kantin, tempat ibadah, serta transportasi karyawan yang disediakan perusahaan. "Semua hal ini dilakukan di enam fasilitas produksi Sampoerna yang tersebar di Surabaya, Malang, Probolinggo, Pasuruan dan Karawang," ujar Elvira.

Sampoerna melakukan penghentian sementara kegiatan produksi di pabrik Rungkut 2 sejak 27 April hingga waktu yang ditentukan kemudian. Penghentian sementara ini memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk melakukan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh di lokasi tersebut guna menghentikan tingkat penyebaran COVID-19.

Penyemprotan disinfektan di seluruh fasilitas produksi Rungkut 2 telah dilakukan dengan dibantu pemerintah kota Surabaya. Gaji kepada karyawan terdampak di Rungkut 2 yang saat ini cuti akibat penghentian produksi sementara tetap diberikan. Hal yang sama juga diberikan kepada karyawan yang perlu melakukan karantina mandiri, serta mereka yang perlu merawat anggota keluarga yang terkena dampak.

"Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan dan kesehatan para karyawan kami dengan menerapkan protokol kesehatan seperti anjuran pemerintah, serta terus berkoordinasi dengan Pemerintah dan Gugus Tugas di Kota Surabaya dan Provinsi Jawa Timur untuk mencegah penyebaran," kata Elvira. (*)

 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]