Relaksasi PSBB Ala Mahfud MD, PPP: Jangan Main-main, Ini Taruhan Nyawa!


Senin, 04 Mei 2020 - 12:11:53 WIB
Relaksasi PSBB Ala Mahfud MD, PPP: Jangan Main-main, Ini Taruhan Nyawa! ilustrasi PSBB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bereaksi keras atas rencana Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, yang ingin melakukan relaksasi ataupun pelonggaran penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sekretaris Fraksi PPP DPR RI, Achmad Baidowi (Awiek), meminta, pemerintah tidak main-main dalam menangani pandemi COVID-19 di Indonesia. Penerapan PSBB adalah salah satu upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus corona atau COVID-19. Sehingga, penerapannya jangan setengah hati.

Pasalnya, nyawa masyarakat akan menjadi korbannya bila penangan COVID-19 di Indonesia hanya untuk main-main. "Menangani wabah COVID-19 tidak boleh main-main, tidak boleh gegabah, karena taruhannnya nyawa," kata Awiek dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/5/2020).

Menkopolhukam Mahfud MD mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan relaksasi ataupun pelonggaran penerapan PSBB. Hal itu lantaran adanya keluhan dari warga yang merasa kesulitan untuk beraktivitas selama penerapan PSBB di wilayahnya.

"Sulit berbelanja dan sebagainya, sulit mencari nafkah dan sebagainya. Kita sudah sedang memikirkan apa yang disebut relaksasi PSBB," kata Mahfud, Sabtu (2/5/2020) via siaran langsung instagram.

Rencana pemerintah untuk melonggarkan PSBB dianggap tidak tepat di tengah masih bertambahnya kasus positif COVID-19. Ada kasus tiga penumpang KRL Bogor-Jakarta yang positif COVID-19. Sehingga, tidak tepat bila PSBB justru dilonggarkan. "Relaksasi PSBB bisa dilakukan jika tren penyebaran wabah COVID-19 di suatu wilayah benar-benar turun drastis," ujar Awiek.

Meskipun tidak leluasa, namun masyarakat masih bisa beraktivitas dengan sejumlah pembatasan di masa penerapan PSBB. Penerapan PSBB di sejumlah wilayah di Indonesia dianggap menjadi jalan tengah dalam upaya pencegahan COVID-19. Pasalnya, di negara-negara lain justru lebih ketat dengan menerapkan lockdown.

"Saat ini bagaimana pemerintah memastikan bantuan stimulus ekonomi yang diberikan tepat sasaran. Termasuk pelaksanaan Kartu Prakerja benar-benar diarahkan untuk warga agar bisa membuka usaha mandiri, bukan sekadar seremonial," ungkap Awiek. (*)

 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 20 Mei 2020 - 21:58:41 WIB

    Kemenkeu Relaksasi Syarat Pencairan Dana Desa

    Kemenkeu Relaksasi Syarat Pencairan Dana Desa HARIANHALUAN.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merelaksasi syarat pencairan anggaran dana desa dan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa. Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 Tahun 2020..
  • Senin, 04 Mei 2020 - 07:36:28 WIB

    Mahfud Md Wacanakan Relaksasi PSBB, IDI: Jangan Dulu Berpikir Pelonggaran

    Mahfud Md Wacanakan Relaksasi PSBB, IDI: Jangan Dulu Berpikir Pelonggaran JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah lewat Menko Polhukam Mahfud Md tengah mengkaji relaksasi atau pelonggaran aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ketua PB IDI, Daeng M Faqih meminta pemerintah tak berfikir terl.
  • Ahad, 03 Mei 2020 - 21:07:32 WIB

    Mahfud Md Tegaskan Relaksasi PSBB Bukan Berarti Langgar Protokol Kesehatan

    Mahfud Md Tegaskan Relaksasi PSBB Bukan Berarti Langgar Protokol Kesehatan JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menko Polhukam Mahfud Md menjelaskan soal rencana pemerintah soal relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Mahfud mengatakan relaksasi PSBB bukan berarti melanggar protokol kesehatan te.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]